Mohon tunggu...
Bobby MSF
Bobby MSF Mohon Tunggu... berbagi itu indah

kontakbobby@zoho.eu

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Siapa Sosok di Balik Keberanian William Si "Pembongkar Lem Aibon"?

5 November 2019   07:01 Diperbarui: 5 November 2019   07:07 6092 28 15 Mohon Tunggu...
Siapa Sosok di Balik Keberanian William Si "Pembongkar Lem Aibon"?
Sumber foto: kompas.com

William Aditya Sarana baru saja dilaporkan seorang warga DKI Jakarta bernama Sugiyanto kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta. William baru-baru ini membuat heboh setelah membongkar kejanggalan dalam rencana KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara) yang antara lain memuat anggaran lem Aibon Rp 82,8 miliar.

"Bapak William Aditya Sarana diduga melanggar kode etik karena mengunggah rencana KUA-PPAS ke media sosial. Sedangkan rencana KUA-PPAS itu belum dibahas di forum DPRD atau masih dalam pembahasan dalam rapat-rapat komisi atau rapat Banggar DKI Jakarta," ucap Sugiyanto, Senin (4/11/2019).

Kita Hadapi

Alih-alih takut, William yang aktif mencuit di Twitter dengan akun @willsarana justru menulis, "Kita hadapi", diikuti simbol tangan mengepal tanda perlawanan. Anak muda kelahiran Jakarta, 2 Mei 1996 ini belum diwisuda dari Universitas Indonesia saat  dilantik sebagai  anggota DPR DKI Jakarta. Ia adalah anggota DPRD DKI termuda dari 106 anggota DPRD terpilih periode 2019-2024. Ia baru saja diwisuda dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) pada akhir Agustus 2019.

Keberanian William

Keberanian William si anggota DPRD termuda ini adalah antitesis sikap anggota DPRD lain, utamanya yang bukan separtai dengannya di PSI. William tak tinggal diam melihat aneka kejanggalan dalam rencana KUA-PPAS DKI tahun 2020 yang sempat dua kali muncul dalam situs apbd.jakarta.go.id.

Sebagai anak zaman now, William menumpahkan kekesalannya melalui akun Twitternya. Tanggal 30 Oktober 2019, ia mencuit rangkaian twit yang intinya meminta penjelasan kepada yang Gubernur DKI atas anggaran pembelian lem aibon Rp 82 miliar, pengadaan ballpoint buat siswa SD senilai Rp 123,8 miliar, pembelian 7.313 unit komputer yang masing-masing senilai Rp 15 juta, dan pengadaan smart storage dan storage server senilai Rp 65,9 miliar.

Inspirasi William

Siapa inspirasi William dalam membongkar kejanggalan rencana anggaran DKI Jakarta? Rupanya ia mengidolakan Baharuddin Lopa. 

Tanggal 3 November, William mentwit ulang unggahan mengenai sosok Baharudin Lopa. "Di masa - masa sulit dan sendirian ingatlah orang-orang idealis yang pernah di hidup di Republik ini. Salah satunya Baharuddin Lopa. Penderitaan yang kita alami tidak apa-apa nya dibandingkan mereka para pahlawan bangsa." 

Baharuddin Lopa

Baharuddin Lopa-kompas.com
Baharuddin Lopa-kompas.com
Baharuddin Lopa, S.H. putra asli Polewali Mandar (1935 -- 2001) adalah Jaksa Agung Republik Indonesia dari 6 Juni 2001 sampai wafatnya pada 3 Juli 2001. Baharuddin Lopa juga pernah menjadi anggota Komnas HAM antara tahun 1993-1998. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x