Mohon tunggu...
Ruang Berbagi
Ruang Berbagi Mohon Tunggu... Berbagi itu indah

Cinta tulus dan ilmu itu minuman ajaib. Makin dibagikan, justru makin bertambah.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Mengapa UNICEF Sebut Mi Instan Sebabkan Anak Indonesia Kurang Gizi?

24 Oktober 2019   06:53 Diperbarui: 24 Oktober 2019   07:14 175 12 3 Mohon Tunggu...
Mengapa UNICEF Sebut Mi Instan Sebabkan Anak Indonesia Kurang Gizi?
onuitalia.com

Baru-baru ini harian Malaysia, The Star menurunkan laporan yang bersumber dari riset UNICEF (United Nations Children’s Fund)  terhadap gejala kekurangan gizi di tiga negara Asia Tenggara: Filipina, Malaysia, dan Indonesia. 

Di ketiga negara itu, rata-rata 40% anak-anak berusia lima tahun ke bawah mengalami kekurangan gizi, lebih tinggi dari rata-rata global (satu dari tiga anak).

Para ahli mengatakan, ketiga negara Asia Tenggara tersebut sejatinya sedang berkembang pesat secara ekonomi. Akan tetapi, banyak orang tua di Filipina, Malaysia, dan Indonesia sibuk bekerja sampai tak memiliki waktu untuk menyiapkan makanan yang bergizi baik baik anak-anak mereka. 

Diet berat dengan makanan murah dan modern seperti mie instan yang mengisi perut tetapi kekurangan nutrisi utama telah menyebabkan jutaan anak kurus dan kelebihan berat badan di Asia Tenggara, kata para ahli.

"Orang tua percaya bahwa mengisi perut anak-anak mereka adalah hal yang paling penting. Mereka tidak benar-benar memikirkan asupan protein, kalsium, atau serat yang memadai, " ujar Hasbullah Thabrany, pakar kesehatan masyarakat di Indonesia.

Mi Instan Murah dan Praktis, tapi...

UNICEF menyebut bahwa Indonesia memiliki 24,4 juta anak di bawah lima tahun, sementara Filipina memiliki 11 juta dan Malaysia 2,6 juta.

Mueni Mutunga, ahli nutrisi UNICEF Asia, menengarai banyaknya keluarga-keluarga di Asia Tenggara yang tak lagi memasak makanan "tradisional" dan beralih memasak makanan "modern" yang terjangkau, mudah diakses dan mudah disiapkan. 

Sekadar catatan, makanan "tradisional" diartikan sebagai makanan yang bukan instan, yakni makanan yang umumnya memerlukan lebih banyak uang untuk mendapatkannya dan memerlukan lebih banyak waktu untuk menyiapkannya. Contoh makanan "tradisional" antara lain nasi yang dimakan dengan sayur dan sepotong daging ayam.

Menurut Mutunga, mi instan mudah disiapkan, harga mi instan juga murah sehingga mi instan sering menggantikan diet seimbang yang seharusnya diberikan orang tua pada anak-anak. 

UNICEF mengatakan, buah-buahan, sayuran, telur, susu, ikan dan daging yang kaya nutrisi menghilang dari diet ketika penduduk pedesaan pindah ke kota-kota untuk mencari pekerjaan. 

Akan tetapi, harus dicatat, konsumsi mi instan berlebihan bukanlah satu-satunya faktor yang disebut UNICEF sebagai penyebab gizi buruk anak-anak. Biskuit yang mengandung terlalu banyak gula, minuman dan makanan cepat saji juga menjadi penyebab diet yang tidak sehat.

Masifnya Iklan Mi Instan

Para ahli UNICEF juga mengemukakan bahwa untuk menyadarkan kembali pentingnya menyajikan makanan bergizi bagi anak-anak, peran pemerintah di Asia Tenggara amatlah menentukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x