Mohon tunggu...
Bobby MSF
Bobby MSF Mohon Tunggu... pembelajar

kontakbobby@zoho.eu. Buku Perdana= http://bit.ly/Wanitamulia Buku Kedua= http://bit.ly/SantoYusuf

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Empat Kali Salah Tulis Judul di Kompasiana, Salah Siapa?

8 Juli 2019   11:36 Diperbarui: 8 Juli 2019   11:39 0 8 1 Mohon Tunggu...
Empat Kali Salah Tulis Judul di Kompasiana, Salah Siapa?
tangkapan layar Kompasiana-dokpri

Pertama-tama saya merasa perlu mengawali tulisan ini dengan permohonan maaf. Tidak ada maksud buruk dari pihak saya untuk mempermalukan baik penulis maupun penyunting (admin) Kompasiana. Saya sendiri bukan ahli bahasa atau penyunting tingkat dewa. Saya hanyalah penulis pemula yang mencoba menggunakan bahasa Indonesia dan kaidah penulisan dengan baik sesuai yang sudah saya pahami. Bila ada kesalahan, mohon koreksi untuk saya dari pembaca terkasih.

Sebagai media menulis keroyokan, Kompasiana jelas punya kelebihan dan kekurangan. Dalam hitungan menit, entah berapa banyak tulisan yang masuk ke hadapan penyunting Kompasiana. Menyunting begitu banyak artikel, juga pada jam-jam "ngantuk" memang bukan pekerjaan mudah. Di sisi lain, penulis Kompasiana (disebut kompasianer) juga tak semuanya dibekali kemampuan berbahasa Indonesia yang memadai. Akibatnya mutu tulisan-setidaknya dari segi kebahasaan-menjadi amat beragam. 

Hanya saja, keheranan saya muncul ketika beberapa kali (tepatnya empat kali) saya menjumpai kesalahan penulisan judul yang terbilang sebagai kesalahan fatal. 

1.  "Yuk, Belajar Bekerja dengan Teknik Pomodoro" adalah judul sebuah artikel utama di Kompasiana pada akhir Mei 2019. Judul ini sempat ditulis secara keliru oleh penulisnya karena ia kemungkinan besar mencampurkan dua kata yang amat mirip: 'pomodoro' (artinya 'tomat') dan 'podomoro' (dalam bahasa Jawa berarti 'berdatangan'). Akibatnya, penulis sempat mengunggah judul tulisan "Yuk, Belajar Bekerja dengan Teknik Podomoro"

Suatu kesalahan yang amat bisa dimengerti. Sayangnya, penyunting Kompasiana tak cermat. Judul yang keliru ini tak diperbaiki. Jadilah artikel utama yang isinya amat bagus namun judulnya dan isinya menjadi aneh karena kata yang digunakan tidak tepat. Setelah mendapat masukan dari pembaca, sang penulis membenahi sendiri judul dan isi artikelnya. Salut untuk sang penulis!

2. "Mengapa Penjual Ini Pasang Poster "Influencer Bayar Double"? adalah judul tulisan saya yang dipilih oleh Kompasiana menjadi artikel pilihan pada 7/7/2019. Ketika saya unggah, judul yang saya sematkan ialah "Mengapa Penjual Ini Pasang Poster "Influencer Bayar Dobel"?

Mengacu pada KBBI V, kata 'dobel' sudah merupakan kata bahasa Indonesia ragam percakapan. Semestinya, kata 'dobel' tidak perlu diubah menjadi kata 'double' yang justru bukan kata bahasa Indonesia. 

Simak artikel tersebut di sini .

3. "Dilema Strategi Bisnis Swalayan" adalah judul artikel utama yang dimuat di Kompasiana pada 3/7/2019. Sebelumnya judul artikel tersebut sempat ditulis secara keliru oleh penyunting Kompasiana sebagai "Dilema Strategi Bisnis Syawalan". Berdasarkan masukan pembaca, sang penulis memerbaiki sendiri kesalahan yang tidak dibuatnya itu. Salut untuk sang penulis!

4. "Pengembangan Sistem Keselamatan Kereta Api Otomatis Berbasis Sistem Indusi (PZB) di Indonesia" adalah judul artikel utama pada 7/7/2019.

Artikel yang menarik dan bermanfaat. Sayang sekali, penulis kurang cermat menerjemahkan dan menulis salah satu kata kunci dalam tulisan beliau: kata 'indusi' seharusnya 'induksi'. Dengan demikian, seharusnya seluruh kata 'indusi' dalam artikel tersebut diperbaiki menjadi 'induksi'. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x