Mohon tunggu...
Bobby Steven MSF
Bobby Steven MSF Mohon Tunggu... pembelajar

Surel: kontakbobby@zoho.eu.

Selanjutnya

Tutup

Hukum Artikel Utama

Dua Surat Baiq Nuril, Surat Rafi, Nurani Jokowi, dan Kita

8 Juli 2019   12:42 Diperbarui: 9 Juli 2019   12:16 0 16 8 Mohon Tunggu...
Dua Surat Baiq Nuril, Surat Rafi, Nurani Jokowi, dan Kita
Baiq Nuril-foto kolase Warta Kota dan Twitter

Kasus Baiq Nuril amat kontroversial. Awal kasus ini adalah rangkaian percakapan via telepon pada 2012 lalu antara Baiq Nuril dan atasannya M. Perbincangan M dan Baiq via telepon berlangsung sekitar 20 menit. Awalnya M berbicara soal pekerjaan. Lima belas menit sisanya, ia mengisahkan hubungan seksualnya dengan wanita lain yang bukan istrinya. Bahkan muncul kata-kata pelecehan yang ditujukan kepada Baiq. 

Menurut Baiq, tak hanya satu kali M meneleponnya. Baiq merasa tak nyaman akibat tindakan M. Tambah lagi, ada sejumlah orang yang menuduh Baiq memiliki hubungan dengan M.

Merasa tidak nyaman dengan perlakuan itu, Baiq berinsiatif untuk merekam pembicaraannya dengan M dan beberapa percakapan yang bersifat pelecehan seksual.  Hal ini untuk membuktikan bahwa tak ada hubungan apa pun antara ia dan M seperti yang diomongkan orang.

Rekaman itu pada suatu ketika tersebar dari telepon genggam Nuril ke milik ponsel orang lain. M kemudian melaporkan kasus ini dengan dalil UU ITE Pasal 27 Ayat 1.

Baiq sempat dinyatakan tak bersalah oleh Pengadilan Negeri Mataram. Baiq dibebaskan dari status tahanan kota. Kalah dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum akhirnya mengajukan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung. 

Singkat cerita pada 26 September 2018 lalu, Mahkamah Agung memutus Baiq bersalah. Isi hukuman itu adalah 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan bagi Baiq Nuril. Vonis hukuman itu diberikan sesuai dengan pelanggaran Pasal 27 Ayat 1 juncto Pasal 45 Ayat 1 UU Nomor 11/2008 tentang ITE. Belum lama ini, Baiq Nuril mengajukan PK, tetapi akhirnya ditolak MA.

Surat Terbaru Baiq Nuril

Setelah PK ditolak, Baiq Nuril Maknun baru-baru ini menulis surat terbaru yang ia tujukan pada Presiden Jokowi. Mantan tenaga honorer di SMAN 7 Mataram, NTB ini menulis, "Salam hormat untuk bapak Presiden, Bapak Presiden PK saya ditolak, saya memohon dan menagih janji bapak untuk memberikan amnesty karena hanya jalan ini satu-satunya harapan terakhir saya. Hormat Saya Baiq Nuril Maknun."

Kilas Balik Surat Pertama Baiq Nuril

Sebelumnya Baiq Nuril pernah menulis surat pada Presiden Jokowi. Sama seperti surat terbarunya yang luas beredar di media sosial awal Juli 2019 ini, Baiq Nuril menulis surat pertamanya pada secarik kertas sederhana. Pada tanggal 14 November 2018, Baiq Nuril menulis, "Saya minta keadilan. Saya mohon kepada Bapak Presiden, bebaskan saya dari jeratan hukum yang sedang saya alami. Saya tidak bersalah. Saya minta keadilan yang seadil-adilnya."

tangkapan layar Twitter-dokpri
tangkapan layar Twitter-dokpri
Surat Rafi, Anak Baiq Nuril
Kepada anak bungsunya yang bernama Rafi, pada tahun 2017, saat sedang ditahan, Baiq Nuril mengaku bahwa ia terpaksa meninggalkan Rafi karena harus "sekolah". 

Menanggapi kabar dari ibunya, Rafi si anak bungsu Baiq Nuril menulis, "Kepada Bapak Jokowi. Jangan suruh ibu saya sekolah lagi. Dari Rafi"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x