Mohon tunggu...
Berbagi Ilmu
Berbagi Ilmu Mohon Tunggu... berbagi itu indah

kontakbobby@zoho.eu

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Mengapa Penjual Ini Pasang Poster "Influencer Bayar Double"?

7 Juli 2019   06:38 Diperbarui: 7 Juli 2019   10:29 0 5 2 Mohon Tunggu...
Mengapa Penjual Ini Pasang Poster "Influencer Bayar Double"?
@cvtsoftserve/Instagram

Joe Nicchi, pemilik CVT Soft Serve, sebuah truk penjual kudapan di Los Angeles telah sering mendapat permintaan dari influencer di Instagram. Isi permintaan itu adalah sebuah "perjanjian": influencer meminta es krim gratis sebagai imbalan pemasangan foto sang influencer sedang menikmati es krim. 

Joe Nicchi selalu menolak permintaan para influencer dadakan itu. Akan tetapi, minggu ini ia mendapat gagasan cemerlang. Alih-alih menolak satu per satu tawaran "kontrak es krim gratis" dari para influencer di Instagram, Nicchi memutuskan untuk menulis poster bertuliskan "Influencer Bayar Dobel" dan memviralkannya di Instagram miliknya.

Nicchi tak menduga, unggahan poster dengan tagar #InfluencersAreGross benar-bernar viral. Makin banyak pembeli berdatangan dari daerah selatan California, tempat ia berjualan. 

"Saya adalah influencer yang antiinfluencer, " kata Nicchi. "Saya tahu ini aneh, tapi sekaligus lucu. Saya berharap unggahan saya ini menginspirasi pengusaha kecil untuk tidak tunduk pada pihak lain (influencer di Instagram)," kata pengusaha tangguh ini.

Nicchi paling jengkel ketika ada influencer yang datang langsung ke truknya untuk meminta es krim gratis. Ia biasanya menjawab, "Hei, es krim ini harganya empat dolar!" Setelah Nicchi memasang poster, artinya influencer yang ingin dapat es krim gratisan justru ia wajibkan membayar 8 dolar, dua kali lipat harga normal.

Nicchi tahu arti penting publikasi di media sosial. Hanya saja ia sudah jengkel dengan tingkah para influencer yang terlalu sering menghujaninya dengan tawaran kontrak "es krim gratis" untuk pemasangan satu foto di Instagram. Padahal, ia adalah pengusaha kecil yang harus juga menghasilkan uang tunai dari penjualan es krimnya.

Influencer Media Sosial: Mitra atau Musuh?

Dalam kasus yang dihadapi Nicchi, influencer media sosial ternyata bisa jadi musuh perkembangan bisnis kecil dan menengah. Jika Nicchi tak hati-hati, ia bisa terjebak dengan menghabiskan banyak investasi untuk "membayar" influencer media sosial semacam Instagram. Padahal justru sebagian besar influencer itu hanya mau es krim gratisan saja.

Di sinilah kejelian memilih influencer dan metode promosi usaha yang jitu diuji. Kiranya beberapa hal ini perlu diperhatikan:

1. Sesuaikah besarnya anggaran untuk promosi dengan perkiraan kenaikan omzet penjualan?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN