Mohon tunggu...
Bobby MSF
Bobby MSF Mohon Tunggu... pembelajar

kontakbobby@zoho.eu. Buku Perdana= http://bit.ly/Wanitamulia Buku Kedua= http://bit.ly/SantoYusuf

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kasus Wanita Bawa Anjing ke Masjid dan Sikap Kritis Tanggapi Dugaan Penistaan Agama

5 Juli 2019   14:25 Diperbarui: 5 Juli 2019   14:58 0 4 1 Mohon Tunggu...
Kasus Wanita Bawa Anjing ke Masjid dan Sikap Kritis Tanggapi Dugaan Penistaan Agama
SM saat diperiksa-dok Polres Bogor

Minggu (30/6), seorang wanita berinisial SM menimbulkan kegaduhan di Masjid Al-Munawaroh, Sentul Citu, Bogor. Ia membawa anjing peliharaannya ke dalam masjid lantas marah-marah hingga mengganggu kenyamanan jemaah. Ia sempat menyebut diri sebagai penganut agama Katolik. Kasus ini lantas ditangani oleh pihak kepolisian. Perkembangan terakhir, tim dokter Rumah Sakit Polri Kramat Jati sudah memastikan SM mengalami gangguan jiwa jenis skizofrenia. 

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan bahwa SM ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama. "Kalau pun nanti hasilnya memang memiliki gangguan kejiwaan seperti yang dimaksud pada Pasal 44 ayat 2 KUHP, semuanya nanti akan diputuskan di pengadilan, jadi atas keputusan hakim," kata Dicky, Selasa (2/7/2019).

Sementara itu, kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Pol Musyafak mengatakan, SM (52) pernah menolak dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ). "Sudah disarankan untuk dirawat, tapi yang bersangkutan tidak mau. Jadi kontrol pun kadang mau kadang tidak, begitu juga obat kadang diminum kadang tidak. Jadi barangkali kambuh jadi melakukan tindakan itu kemarin di Masjid," kata Musyafak di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2019).

Klarifikasi dari Kerabat Si Wanita

Di Instagram, sebelumnya telah beredar luas klarifikasi dan permohonan maaf dari kerabat si wanita. Akun Instagram christian_joshuapale mengunggah permohonan maaf berikut:

"Kami minta maaf kepada semua orang dan pihak yang tersakiti baik jasmani maupun rohani oleh salah seorang keluarga kami. Tidak ada maksud sedikit pun untuk menyaiti teman-teman sekalian.  

Beliau bertingkah sperti itu karena beliau mempunyai penyakit jiwa yakni schizophrenia paranoi, dimana penyakit tersebut membuat beliau merasa selalu diikuti dan  dijahati oleh pihak tertentu yang bahkan beliau tidak bisa jelaskan. Kami sudah membawa ke psikiater, tapi kemudian obat tersebut dibuang oleh eliau. 

Kami juga kesusahan untuk mencari orang/suster yang dapat menjaga beliau. Kami tidak ada pikiran untuk menghina siapa pun, tidak peduli ras,  suku, agama dan lain-alainnya. Kami minta maaf terutama kepada masyarakat muslim yang kiranya tersakiti oleh kejadian ini dan kepada masyarakat semua. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kejadian ini sudah ditangani oleh polres setempat..."

Christian Joshuapale sendiri adalah seorang dog rescuer yang peduli pada anjing yang ditelantarkan pemiliknya. Ia berharap kasus di atas segera berakhir dengan damai. 

Keuskupan Bogor Meminta Maaf

Wilayah kejadian perkara tersebut masuk dalam naungan Keuskupan Bogor. Menanggapi viral video kejadian tersebut, Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK) Keuskupan Bogor melalui siaran pers  menyatakan keprihatinan atas peristiwa tersebut. "Kami menyatakan keprihatinan kami atas peristiwa tersebut. Tindakan yang tidak terpuji tersebut adalah tindakan yang salah, dan telah melukai hati saudara-saudara kita yang beragama Islam, dan mengganggu keharmonisan kehidupan umat beragama."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3