Mohon tunggu...
Bobby Steven MSF
Bobby Steven MSF Mohon Tunggu... pembelajar

Suka berteman dengan siapa saja. Sila hubungi kontakbobby@zoho.eu. Menulis untuk berbagi kebenaran dan kebaikan.

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Viral, Ojek Online Terima Order dari "Napi" Nusakambangan

13 Juni 2019   09:32 Diperbarui: 13 Juni 2019   09:42 0 19 5 Mohon Tunggu...
Viral, Ojek Online Terima Order dari "Napi" Nusakambangan
Kolase gambar Oik Yusuf/FB DOC

Belum lama ini, tepatnya 26 Mei 2019, jagadnet dihebohkan oleh unggahan seorang driver ojek online (ojol) bernama Soni Failani di grup Facebook Paguyuban Driver Online Cilacap atau DOC.

Soni Failani mengunggah tangkapan layar percakapan dengan seseorang yang memesan ojek dari Pulau Nusakambangan.

Isi percakapan itu adalah sebagai berikut: 

"Sore, nunggu di mana ya Mas?", tanya Pak Soni Failani.

"Mas, kenapa ya bolak balik dicancel? Saya di Nusakambangan, mau kabur. Bisa bantu nggak Mas. Sekalian bawain baju biasa. Ntar saya ganti," tulis sang "napi".

"Mau renang apa mas ke daratnya?" tanya si driver ojol.

"Ya dibawain baju maksudnya," jawab si pemesan.

"Ini ojek motor mas, bukan ojek kapal," ujar Soni mencoba menyadarkan si pemesan aneh.

"Ntar saya bayar gede, Mas," bujuk orang di seberang sana.

"Ati-ati mas, bisa dimakan buaya. Lagi berkeliaran buayane," nasihat Soni.

"Malah nakut-nakutin orang, wong saya mau kabur," kata si pemesan ganjil.

FB DOC
FB DOC
Klarifikasi Kalapas Batu

Kepala Lapas Batu Nusakambangan, Erwedi Supriyanto menyangkal adanya napi yang memesan ojol untuk kabur. Ia menjamin, napi di lapasnya tak mungkin punya akses terhadap ponsel. "Sekitar 10 hari lalu begitu saya mendengar ada chat antara ojol dan yang mengatasnamakan napi, saya langsung cek semua lapas. Ternyata tidak ada sama sekali (napi yang order ojol)," kata Erwedi melalui pesan singkat, Sabtu (1/6/2019).

Lebih lanjut lagi, Erwedi meyakini bahwa hal tersebut adalah perbuatan orang iseng semata. "Masa ada napi mau kabur ngomong dan naik ojol.
Ojol kan dilarang menyeberang ke NK (Nusakambangan), itu peraturan kami, jadi nggak mungkin bisa. Mungkin hanya orang iseng aja," jelas Erwedi.

Benarkah Napi Nusakambangan Bersih dari Ponsel?

Syukurlah bahwa Kalapas telah mengecek langsung semua lapas di Nusakambangan untuk memastikan tiada napi yang menggunakan ponsel.

Sekadar catatan, Nusakambangan tak selalu bersih dari penggunaan ponsel oleh napi. Sebuah kasus yang menghebohkan mencuat tahun 2016 lalu.

Seorang pengedar kelas kakap bernama Sancai terbukti mengendalikan bisnis narkobanya dari Nusakambangan.

Saat Sancai menghuni Nusakambangan pada 2016, di Lapas Narkotika itu, Sancai dengan leluasa memiliki dan menggunakan telepon genggam untuk menjalankan bisnis narkotika. Dua anak buahnya, Saniran dan Charles Cahyadi, telah divonis oleh Pengadilan Negeri Cilacap dalam kasus pencucian uang. Dalam persidangan, Cahyono terbukti menerima Rp31 juta dari hasil penjualan narkotika jaringan Sancai. Cahyono divonis 1 tahun penjara oleh hakim PN Cilacap pada 27 Agustus 2018. Sancai kini berada di Lapas Super Maksimum Nusakambangan dengan total vonis 24 tahun penjara.

Nah, sejatinya kita tidak bisa mengandaikan begitu saja bahwa lapas-lapas di Nusakambangan pasti bersih dari ponsel yang digunakan napi.

Sancai leluasa menggunakan ponsel karena diduga ia menyuap petugas lapas waktu itu. Jangankan petugas lapas, Ajun Komisaris Besar Polisi Suprinarto yang menangani kasusnya saja sempat ia coba suap dengan uang Rp 450 juta melalui kolega polisi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2