Mohon tunggu...
Bobby Steven MSF
Bobby Steven MSF Mohon Tunggu... pembelajar

Ayo mampir ke blog super positif, enak dibaca dan bikin happy: https://hanyaberitabagus.blogspot.com Surel: kontakbobby@zoho.eu.

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Jika Bahasa Tubuh Lebih Merakyat, Prabowo Bisa Menang?

11 Juni 2019   08:01 Diperbarui: 11 Juni 2019   19:55 0 16 5 Mohon Tunggu...
Jika Bahasa Tubuh Lebih Merakyat, Prabowo Bisa Menang?
kompas.com/Kristianto Purnomo

Lepas dari sengketa hasil Pemilu yang masih terus diperdebatkan, terutama oleh kubu capres-cawapes Prabowo-Sandi, kita tahu bahwa hasil sementara Pilpres 2019 adalah kemenangan untuk petahana.

Tercatat, selisih suara kedua paslon mencapai 16.594.335. Pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang di 21 provinsi. Sedangkan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di 13 provinsi. Adapun Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 85.036.828 suara atau 55,41 persen. Sementara Prabowo-Sandi mendapatkan 68.442.493 suara (44,59 persen).

Tulisan ini hendak menyajikan pengamatan atas bahasa tubuh (gestur) kedua capres. Sebagai pembicara publik, saya mencoba menganalisis perbedaan bahasa tubuh Jokowi dan Prabowo.

Empat Jarak Ruang Antarpribadi versi Edward Hall

Pertama-tama, perlu kita ketahui teori yang dikemukakan antropolog Edward T. Hall pada tahun 1966. Ia menggagas konsep proxemics. Dalam buku The Hidden Dimension, ia mengulas dimensi subjektif yang mengelilingi tiap orang dan jarak fisik yang coba dijaga setiap orang dari orang lain.  

Ruang personal tiap orang dan ruang nyaman tiap orang sangat berlainan dan sulit diukur dengan pasti. Seorang Eropa pada umumnya memasang ruang personal sekitar 60 cm di kanan-kirinya, 70 cm di depannya, dan 40 cm di belakangnya. Ruang personal bervariasi menurut pengalaman pribadi dan budaya.

Edward Hall melukiskan ruang antarpribadi sebagai "gelembung-gelembung" yang diciptakan tiap pribadi saat ia berada di dekat orang lain. Ada empat zona ruang antarpribadi:

researchgate.net
researchgate.net


1) Jarak intim (intimate distance): persentuhan tubuh (0 cm) sampai sekitar 45 cm. Jarak intim ini hanya boleh diakses di antara/oleh seseorang dengan pasangan, anak-anak, anggota keluarga dekat, sahabat, dan hewan peliharaannya.

2) Jarak personal  (personal distance): mulai dari sekitar 45 cm (jarak satu lengan) sampai 120 cm. Ini jarak yang umumnya kita pasang saat ngobrol dengan teman, rekan kerja, dan rekan diskusi.

3) Jarak sosial (social distance): mulai dari 1,2 meter- 3,6 meter. Ini jarak yang umumnya dijaga antara seorang dengan seorang asing yang baru dijumpainya, antara anggota baru suatu kelompok, dan kenalan baru.

4) Jarak public (public distance): mulai dari 3,6 meter - 7,6 meter. Jarak ini digunakan saat berinteraksi dengan publik, misalnya di kelas, ruang rapat, dan teater.


Bahasa Tubuh Jokowi

Presiden Jokowi kita kenal sebagai presiden dengan bahasa tubuh yang amat merakyat. Suka atau tidak suka, demikianlah adanya. Boleh saja orang menganggap bahasa tubuh Jokowi sebagai bagian dari pencitraan. Akan tetapi, dari sudut pandang netral, memang Jokowi memenuhi semua persyaratan sebagai tokoh publik dengan bahasa tubuh merakyat.

Dalam aneka kesempatan, Jokowi membiarkan dirinya mendekati dan didekati warga biasa hingga memasuki jarak intim (intimate distance) yakni persentuhan tubuh (0 cm) sampai sekitar 45 cm. 

Biasanya, jarak intim ini hanya boleh diakses di antara/oleh seseorang dengan pasangan, anak-anak, anggota keluarga dekat, sahabat, dan hewan peliharaannya.

Tengok saja, Jokowi amat sering bersalaman dengan warga, memeluk anak-anak, berdialog dengan jarak dekat dengan warga, berswafoto, dan lain-lain. Terbaru, Jokowi menyelenggarakan open house silaturahmi lebaran di istana negara. Rakyat jelata pun bisa berada dalam jarak intim (intimate distance) dengan Jokowi. Jejak digital kedekatan Jokowi secara fisik dengan rakyat bisa dengan mudah kita jumpai.

Biro Pers Setkab
Biro Pers Setkab

Pilihan Jokowi dalam mendekatkan diri dengan warga pun amat kentara. Ia gemar blusukan ke pusat keramaian. Orang biasa dengan mudah mendekati Jokowi. Jarak fisik yang sebenarnya perlu untuk keamanan diri kepala negara sering "dilanggar" demi mendekatkan diri dengan warga.

Bahasa Tubuh Prabowo

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3