Mohon tunggu...
Bobby Steven MSF
Bobby Steven MSF Mohon Tunggu... pembelajar

Surel: kontakbobby@zoho.eu.

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Surat Terbuka: Pak Jokowi dan Pak Prabowo, Berdamailah!

6 Juni 2019   09:01 Diperbarui: 6 Juni 2019   09:02 0 10 10 Mohon Tunggu...
Surat Terbuka: Pak Jokowi dan Pak Prabowo, Berdamailah!
Foto: Kristian Humas PMK

Yang kami hormati Bapak Joko Widodo dan Bapak Prabowo Subianto, saya menulis surat ini sebagai bagian dari rakyat kecil. Saya adalah wong cilik, seperti ratusan juta rakyat Indonesia yang akhir-akhir ini terus merasa gelisah dengan situasi politik tanah air tercinta.

Setelah Pemilu usai, kami rakyat kecil mengharapkan terciptanya situasi yang aman dan penuh kerukunan, tak seperti ketika masa kampanye di mana ada persaingan antar dua kubu capres-cawapres untuk merebut simpati rakyat.

Sayangnya, harapan kami itu belum terwujud. Demo jelang dan pada 22 Mei 2019 lalu, yang mulanya demo damai menolak hasil Pemilu, akhirnya berakhir dengan jatuhnya korban jiwa, korban luka, dan kerugian ekonomi luar biasa.

Penyelidikan aparat kepolisian dan investigasi jurnalis bahkan menemukan adanya tiga kelompok perusuh yang teridentifikasi. Pertama adalah kelompok preman bayaran, kedua sosok penembak jitu, dan ketiga kelompok gerakan radikal.

Meskipun Pak Jokowi dan Pak Prabowo telah berusaha mencegah sekuat tenaga agar demo 22 Mei lalu dapat berlangsung dengan damai, tak dapat disangkal, upaya tersebut gagal karena rupanya telah ada kelompok-kelompok tertentu yang telah mengincar dan menggerakkan sumber daya mereka untuk membonceng demo tersebut.

Ini pelajaran pahit untuk kita semua. Tanah air kita sejatinya jadi incaran pihak-pihak tertentu yang ingin menguasai kekayaan tanah air dengan cara-cara kekerasan dan intrik penuh kelicikan.

Rakyat diadu dengan rakyat. Tujuan utama pihak-pihak pembonceng itu adalah mendelegitimasi pemerintah yang sah, antara lain dengan isu pelanggaran HAM. Sasarannya, merobohkan sendi-sendi kehidupan berbangsa berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Saya amat khawatir, pihak-pihak tersebut sejatinya juga sedang mengadu domba Pak Joko Widodo dan Pak Prabowo Subianto. Dengan memanas-manasi Pak Jokowi dan Pak Prabowo, mereka memanas-manasi pula rakyat Indonesia yang terbelah menjadi kubu pendukung Anda berdua.

Pendukung Pak Jokowi merasa paling benar demi membela Pak Jokowi yang mereka anggap sebagai pemimpin yang tepat demi kebaikan bangsa. Demikian pula, pendukung Pak Prabowo merasa paling benar demi membela Pak Prabowo yang mereka nilai sebagai pemimpin baru yang bisa memajukan tanah air.

Celakanya, rendahnya literasi politik sebagian besar rakyat Indonesia memperparah kontestasi politik lima tahunan ini menjadi kontestasi yang "berdarah-darah" antara hidup dan mati:

Tanda-tandanya amat jelas:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3