Mohon tunggu...
Bobby Steven MSF
Bobby Steven MSF Mohon Tunggu... pembelajar

Surel: kontakbobby@zoho.eu. Siap bantu penulis (pemula) yang ingin nulis di Kompasiana.

Selanjutnya

Tutup

Hukum Artikel Utama

Polisi Tembak Kaki Tersangka, "Khas Indonesia"?

27 April 2019   11:56 Diperbarui: 27 April 2019   16:22 0 18 8 Mohon Tunggu...
Polisi Tembak Kaki Tersangka, "Khas Indonesia"?
SURYANTO/RADAR SURABAYA

27 April kita peringati sebagai Hari Pemasyarakatan Indonesia. Mari sejenak mengulik sebuah fenomena unik terkait penanganan tersangka pelaku kriminal jalanan dan kekerasan di tanah air kita.

Menyimak berita kriminal tanah air, kita terbiasa membaca "Polisi terpaksa menembak kaki tersangka yang berusaha kabur". Ketika saya masih kecil, saya menganggap ini sebagai aksi heroik polisi. Akan tetapi, kini saya malah penasaran. Mengapa sering sekali diberitakan kaki tersangka kriminalitas "jalanan" terpaksa ditembak polisi?

Profil tersangka yang dilumpuhkan timah panas polisi amat khas. Para tersangka itu diduga terlibat kejahatan dengan kekerasan fisik. Sebagian besar tersangka berpendidikan rendah dan secara ekonomi lemah. Hal-hal ini memengaruhi akses mereka terhadap pembela hukum

Tersangka Belum Tentu Bersalah 

Sejatinya, polisi diberi kewenangan untuk menindak tegas tersangka yang melakukan perlawanan. Menembak kaki tersangka yang membahayakan publik dan aparat adalah salah satu tindakan yang dibenarkan. 

Akan tetapi, harus kembali disadari bahwa tersangka belum tentu bersalah. Meskipun tersangka itu adalah tersangka kasus pembunuhan, ia tak boleh serta-merta dipandang "pantas" ditembak kakinya tanpa memertimbangkan apakah ia melawan petugas atau tidak saat ditangkap.

Hukuman hanya boleh dijatuhkan oleh putusan pengadilan, bukan oleh "pilih kasih" penegak hukum terhadap para tersangka berdasarkan sangkaan kasus para tersangka. 

Pernahkah Tersangka Korupsi Ditembak Kakinya?

Jika kita tanya pada masyarakat, apakah masyarakat setuju tersangka koruptor kelas kakap ditembak kakinya, saya cenderung yakin, masyarakat akan menjawab "ya". Nyatanya, tersangka yang ditembak kakinya umumnya "hanyalah" pengedar narkoba, pencuri, perampok, pemerkosa, dan tersangka kejahatan dengan kekerasan lainnya. Tidak pernah saya membaca berita tersangka korupsi kelas kakap ditembak kakinya. 

Padahal, bila ditinjau dari kerugian yang diakibatkan, jelas para tersangka koruptor kakap merugikan negara secara signifikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3