Mohon tunggu...
Berbagi Ilmu
Berbagi Ilmu Mohon Tunggu... berbagi itu indah

kontakbobby@zoho.eu

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Menyoal Keberatan Dunia atas "Sharia Penal Code" Brunei

6 April 2019   09:16 Diperbarui: 6 April 2019   09:45 0 9 3 Mohon Tunggu...
Menyoal Keberatan Dunia atas "Sharia Penal Code" Brunei
AFP/Brunei

Nama Brunei Darussalam mendadak jadi bahan perbincangan serius. Hal ini dikarenakan kabar bahwa Kerajaan berpenduduk 420 ribu warga (mayoritas pemeluk Islam) yang dipimpin Sultan Hassanal Bolkiah mulai menerapkan hukum Sharia Penal Code (SPC).

Penting dicatat, tulisan saya ini bertujuan baik, yakni untuk memberi pemahaman akan kontroversi yang terjadi di dunia menanggapi penerapan SPC di Brunei. Saya tidak bermaksud mencampuri atau menghakimi urusan negara dan atau negara tertentu.

Pada akhir tulisan ini, saya akan mengemukakan pendapat pribadi saya, yang didasari pemahaman agama yang saya anut.

Proses Pemberlakuan Sharia Penal Code di Brunei

Hukum yang mulai berlaku tanggal 3 April 2019 mengatur bahwa orang yang ketahuan berhubungan seksual di luar perkawinan dan orang yang melakukan hubungan seks sesama jenis dapat dijatuhi hukuman mati. 

Ancaman hukuman ini sebenarnya telah dicantumkan dalam Sharia Penal Code, yang disahkan pada tahun 2014 lalu oleh Sultan Hassanal Bolkiah.

Hukum Sharia Penal Code ini berlaku bagi anak-anak dan orang asing, juga bila mereka bukan penganut Islam.

Menurut hukum ini, pencuri dapat dihukum potong tangan kanan setelah terbukti melakukan pencurian untuk pertama kalinya, dan dihukum potong kaki kiri jika terbukti melakukan pencurian kedua. 

Ada ancaman hukuman mati bagi pihak-pihak yang dinyatakan menghina Nabi Muhammad.

Alasan Sultan Hassanal Bolkiah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
VIDEO PILIHAN