Bobby Steven MSF
Bobby Steven MSF Relawan

Suka berteman dengan siapa saja. Sila hubungi kontakbobby@zoho.eu. Menulis untuk berbagi kebenaran dan kebaikan.

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

4 Mitos Keliru tentang Sosok Teroris

16 Maret 2019   08:46 Diperbarui: 16 Maret 2019   08:55 181 6 3
4 Mitos Keliru tentang Sosok Teroris
pixabay/kalhh

Kita yang hidup di Indonesia cukup punya banyak pengalaman dengan apa yang disebut terorisme dan teroris.

Selama ini, terorisme telah mewarnai sejarah bangsa kita. Akan tetapi, dalam benak kita bisa jadi masih ada mitos-mitos keliru tentang sosok teroris.

Pertanyaan-pertanyaan singkat

Sebelum membahas empat mitos keliru tentang teroris, saya mengundang Anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan singkat berikut dengan jujur dan spontan (tak usah terlalu lama berpikir):

Saat Anda mendengar kata teroris,

1) apakah spontan Anda mengaitkan teroris dengan agama tertentu?   [ ya/tidak ]
2) siapa nama teroris yang langsung muncul di benak Anda? [jawab: ...........]
3) apa nama kelompok teror yang spontan muncul di pikiran Anda? [jawab: .....]
4) kata-kata sifat apa yang muncul di benak Anda untuk menggambarkan sosok teroris? 

Misalnya : menyeramkan, tertutup, keras kepala

jawab: .......
5) tingkat pendidikan mana yang secara spontan Anda kaitkan dengan teroris? 

jawab: 

- tak berpendidikan
- pendidikan rendah
- pendidikan menengah
- pendidikan tinggi

6) tingkat ekonomi mana yang secara spontan Anda kaitkan dengan teroris?
- miskin
- menengah
- kaya

Nah, mari kita simak apakah jawaban Anda menggambarkan mitos-mitos tentang teroris dalam pengamatan saya.

Mitos pertama: teroris selalu terkait agama tertentu

Kita yang hidup di Indonesia memang punya banyak pengalaman dengan pelaku teror yang ingin mendirikan khilafah di Indonesia. Akan tetapi, sejarah membuktikan, terorisme dilakukan oleh aneka kalangan. 

Cobalah baca laman wikipedia ini: List of designated terrorist groups

Anda akan menemukan teroris beragama Islam, Kristen, Katolik, juga teroris tak beragama.

Jadi, teroris selalu terkait motif agama (tertentu) adalah mitos. Teroris bisa jadi tak beragama atau menggunakan agama hanya untuk menarik simpati pengikut dan publik demi meraih tujuan mereka dengan cara-cara kekerasan.

Mitos kedua: teroris orangnya seram dan tertutup

Simak kutipan berita berikut:

- "Sehari-hari, Z kerap bergaul dengan masyarakat. Warga pun tak curiga dengan sosok Z. Apalagi rata-rata warga di Gunung Gagak bekerja sebagai buruh tani. " Sumber

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3