Bobby Steven MSF
Bobby Steven MSF Tebar kebaikan lewat tulisan.

Pastor-biarawan. Suka berteman dengan siapa saja. MSF bukan gelar, itu tarekat saya: Missionariorum a Sacra Famiglia yang bergerak, antara lain, dalam pendampingan keluarga. Sila hubungi kontakbobby@zoho.eu untuk tukar ide. Penghargaan materi akan dipakai untuk menolong. Tulisan lain: qureta.com

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara Pilihan

"Heboh" Ibu Ani SBY Terima Bunga Pak Jokowi-Bu Iriana

12 Februari 2019   05:30 Diperbarui: 12 Februari 2019   05:42 267 11 4
"Heboh" Ibu Ani SBY Terima Bunga Pak Jokowi-Bu Iriana
tangkapan layar https://www.instagram.com/aniyudhoyono

"Say it with flowers". Katakanlah dengan bunga. Pepatah ini sangat aktual melukiskan peristiwa yang sempat buat heboh jagadnet kita. Warganet heboh mengomentari unggahan Ibu Ani Yudhoyono yang berterima kasih pada pribadi-pribadi yang telah mengirimkan bunga dan ucapan padanya.

Ibu Ani Yudhoyono saat ini sedang menjalani perawatan di Singapura setelah kelelahan menemani suami tercinta, Pak SBY berkeliling ke daerah. 

Unggahan di Instagram

Dua hari lalu, Ibu Ani mengunggah foto bunga, buah, dan kartu ucapan di akun Instagramnya. Semua itu adalah ungkapan doa dan perhatian dari banyak pihak yang mendoakan kesembuhan Ibu Ani. Ibu Ani menulis demikian:

"Terima kasih atas perhatian dan doa tulus untuk kesembuhan saya dari:

1. Bapak Presiden Jokowi dan Ibu Iriana.
2. Bapak PM Singapore, Lee Hsien Loong dan Ibu Ho Ching
3. Bapak Deputy PM Singapore, Teo Chee Hean dan Ibu Chew Poh Yim.
4. Bapak Menlu Singapore Dr. Vivian Balakhrisnan.
5. Ibu Menlu RI, Retno Marsudi.
6. Bapak Dubes RI untuk Singapore, Ngurah Swajaya dan Ibu Swi.
7. Bapak Chairul Tanjung dan Ibu Anita.
8. Bapak Kapolri, Tito Karnavian dan Ibu.
9. Anggota DPR RI, Dr. Hinca Panjaitan XIII.
10. Athan beserta Staf, Atpol RI di Singapura beserta Ibu.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa mengabulkan dan membalas kebaikan Bapak/Ibu sekalian."

Reaksi warganet

Hingga 11-2-2019, unggahan ini telah mendapat 35 ribu lebih "tanda cinta" dan seribu lebih komentar. Umumnya warganet mengucapkan doa untuk kesembuhan Ibu Ani. Tetapi ada juga warganet yang mengomentari mengapa ada tokoh-tokoh nasional yang tidak disebut dalam ungkapan terima kasih itu. 

Yang jelas, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana disebut pertama oleh Ibu Ani. Jokowi dan Iriana mengirim ucapan dengan tulisan,"Doa kami semua untuk kesehatan Ibu Ani Yudhoyono. Joko Widodo dan Iriana Widodo."

Pesan Jokowi dan Iriana ini ditulis di selembar kertas biasa, tanpa logo resmi kenegaraan.

tangkapan layar https://www.instagram.com/aniyudhoyono-dokpri
tangkapan layar https://www.instagram.com/aniyudhoyono-dokpri
Sementara itu, PM Singapura Lee Hsien Loong menuliskan pesan berbahasa Inggris pada secarik kertas memo bertuliskan Prime Minister dan berlogo resmi. Kontras sekali dengan kertas ucapan dari Pak Jokowi dan Ibu Iriana yang amat bersahaja.

tangkapan layar https://www.instagram.com/aniyudhoyono-dokpri
tangkapan layar https://www.instagram.com/aniyudhoyono-dokpri
Saya sebagai warga biasa hanya menebak-nebak mengapa pesan Pak Jokowi dan Bu Iriana ditulis dalam kertas biasa. Tentu kemungkinannya karena bunga itu dipesan di Singapura sehingga "mustahil" mengirim pesan dengan memo istana. Penafsiran lain adalah karena memang demikian kekhasan dan kenyataan relasi Pak Jokowi dan Bu Iriana dengan Ibu Ani sekeluarga. Relasi persaudaraan yang hangat dan natural, tanpa harus selalu dibumbui soal politik dan birokrasi.

Berbunga-bunga di tahun politik

Setelah unggahan Ibu Ani viral, lagi-lagi unggahan ini dikaitkan dengan politik. Wajar saja, kita memang sebentar lagi berpesta demokrasi. 

Wajar saja kalau beberapa tokoh-tokoh yang belum tercantum dalam unggahan Ibu Ani lantas ingin mengunjungi Ibu Ani di Singapura.

Mungkin memang kesibukan masing-masing yang demikian padat sehingga belum sempat membesuk dan mengirimkan bunga ke Singapura.

Hikmah bunga-bunga di tahun politik

Hikmah bagi kita semua, menurut saya, adalah melihat bunga-bunga itu sebagai simbol persaudaraan di antara keluarga politisi kita. Di panggung politik, bisa saja tampak berseberangan, tapi dalam hidup sehari-hari, mereka tetap saling menghormati dan mengasihi.

Di panggung debat, bisa saja panas, tapi dalam kenyataannya, mereka bersahabat baik. Lah, lalu kenapa banyak buzzer dan pendukung ribut-ribut sampai memaki dan mengancam demi membela tokoh politik idaman? Mengapa gegara beda pilihan presiden, banyak orang sampai unfriend dan putus tali silaturahmi? 

Entahlah, tanyakan saja pada bunga-bunga yang membuat Ibu Ani berbunga-bunga. Semoga lekas pulih, Ibu Ani. Salam dan doa kami.