Mohon tunggu...
Ruang Berbagi
Ruang Berbagi Mohon Tunggu... Relawan - mari majukan literasi

Artikel berhak cipta. Dilarang memuat ulang untuk tujuan komersial.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Berobat Cukup Bawa 10 Botol Plastik ke Dokter Ini

8 Februari 2019   16:50 Diperbarui: 8 Februari 2019   17:22 178 16 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berobat Cukup Bawa 10 Botol Plastik ke Dokter Ini
Sumber : Kompas.id

[SERI PAHLAWAN DI SEKITAR KITA- 1]

Biaya kesehatan masih terlalu mahal bagi sebagian masyarakat miskin di Indonesia. Di sisi lain, limbah botol plastik bertebaran di jalanan. Dua masalah ini diatasi sekaligus secara cerdas oleh dokter Yusuf Nugraha.

Dokter yang menamatkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi ini mendirikan Klinik Harapan Sehat di Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 2008.

Uniknya, masyarakat kurang mampu cukup membawa 10 botol plastik untuk membayar biaya pemeriksaan di klinik miliknya.


Kendala di Masa Awal

Saat mengawali klinik ini pada tahun 2008, tanggapan masyarakat sekitar terhadap terobosan Klinik Harapan Sehat ini sangat minim. Warga belum tahu, merasa malu, dan takut datang berobat dengan membawa botol plastik ke klinik tersebut.

Lambat laun, berkat upaya dokter Yusuf Nugraha dan stafnya, tawaran unik ini mulai ditanggapi secara positif oleh warga. Tiga tahun terakhir, minat warga untuk berobat di Klinik Harapan Sehat ini makin meningkat. Warga tak malu lagi menukar 10 botol plastik untuk dapat satu voucher berobat. 

Dengan cara ini, pasien miskin (sekitar 30 persen dari seluruh pasien) merasa bahwa mereka juga dapat berkontribusi menyelamatkan lingkungan, tak hanya datang tanpa membawa apa-apa.

dokumentasi dr Yusuf Nugraha
dokumentasi dr Yusuf Nugraha
Botol-botol yang terkumpul dipilah menjadi dua kelompok. Per bulan rata-rata upaya unik dokter Yusuf ini berhasil mengumpulkan 1.350 botol. Sebagian dijadikan bahan kerajinan tangan. Sebagian lagi dijual pada pengepul plastik bekas di dekat klinik. Uang hasil penjualan kerajinan dan botol plastik dimanfaatkan untuk subsidi silang demi menolong pasien miskin. 

Yusuf juga memberikan penjelasan tentang pengelolaan sampah saat pasien datang menukar botol dengan voucher berobat. Ia ingin, pasien tidak membeli botol baru, tapi memungut botol yang dibuang sembarangan di lingkungan mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x