Mohon tunggu...
Bobby MSF
Bobby MSF Mohon Tunggu... pembelajar

Mau Ikut? http://bit.ly/BelajarNulisFeatureGratis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Dua Suster Lintasi Karpet Merah di Harlah Muslimat NU

30 Januari 2019   02:59 Diperbarui: 30 Januari 2019   12:30 0 26 15 Mohon Tunggu...
Dua Suster Lintasi Karpet Merah di Harlah Muslimat NU
Foto: Saidiman Ahmad

Gelora Bung Karno bergelora. Bukan karena timnas sedang berlaga, tapi karena ratusan ribu keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) sedang bersuka-cita atas perayaan hari kelahiran Muslimat NU ke-73 (27-1-2019). 

Presiden Jokowi, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Kerja, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menghadiri acara itu. Para menteri yang hadir antara lain Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama),  Budi Karya Sumardi (Menteri Perhubungan),  Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Kemaritiman), Wiranto (Menkopolhukam), dan Eko Putro Sandjojo (Menteri Desa).

Sebuah foto yang diunggah Pastor Yohanes Kopong Tuan MSF di laman Facebooknya menarik perhatian. Dua suster biarawati Katolik sedang melintasi karpet merah. Mengenakan pakaian biara yang serba putih, kedua biarawati ini tampak kontras dengan lautan warga Nahdliyin yang mengenakan atribut serba hijau. Kedua suster ini adalah anggota kongregasi PBHK (Putri Bunda Hati Kudus) yang diundang untuk ikut menghadiri acara NU ini.

Para warganet mengomentari secara positif kehadiran dua suster di acara Muslimah NU ini. "Makasih negeriku yang berbalutkan perbedaan dan menghasilkan kedamaian seluruh anak negeri," tulis akun Martin Tupen. "Cinta itu melampaui batas dogmatis. Cinta adalah Sulam Keragaman menjadi kekuatan persaudaraan dan ke-indonesiaan," komentar akun Syaparudin.

Para warganet tak lupa mengucapkan selamat hari jadi pada Muslimat NU. "Selamat Hari jadi ke 73 ya saudari-saudariku Muslimat NU. Semoga kita selalu kidungkan cinta dlm perbedaan. Amin," ucap akun Fransiska Yohana. 

Jaga Aswaja, Teguhkan Bangsa

www.beritasatu.com/
www.beritasatu.com/

Pada perayaan hari kelahiran ke-73 ini, Muslimat NU mengetengahkan tema, "Jaga Aswaja, Teguhkan Bangsa." Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, tema ini terkait erat dengan nilai-nilai  toleransi yang giat disuarakan NU. Ia mengatakan, "Toleransi dengan yang berbeda akan menjadikan kita berlomba-lomba menuju kebaikan dari yang satu kepada lainnya."

Khofifah memimpin hadirin Muslimat NU untuk mengucapkan deklarasi antihoaks, fitnah, dan ghibah. Deklarasi ini dapat dirangkum dalam empat pokok. 

Pertama, pentingnya penolakan pada hoaks, fitnah, dan ghibah yang dapat memicu perpecahan dan perselisihan bangsa. 

Kedua, anggota Muslimat tidak akan membuat dan menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, fitnah, serta ghibah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x