Bobby Steven MSF
Bobby Steven MSF Tebar kebaikan lewat tulisan.

Pastor-biarawan. Suka berteman dengan siapa saja. MSF bukan gelar, itu tarekat saya: Missionariorum a Sacra Famiglia yang bergerak, antara lain, dalam pendampingan keluarga. Sila hubungi kontakbobby@zoho.eu untuk tukar ide. Penghargaan materi akan dipakai untuk menolong. Tulisan lain: qureta.com

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Pilihan

Bunuh Diri Artis K-Pop Tingkatkan Angka Bunuh Diri, Kok Bisa?

12 Februari 2019   09:39 Diperbarui: 20 Februari 2019   11:22 339 9 4
Bunuh Diri Artis K-Pop Tingkatkan Angka Bunuh Diri, Kok Bisa?
Pemakaman Kim Jong-Hyun (AFP/Jung Yeon-Je)

Dalam bagian pertama artikel seri mengenai fenomena bunuh diri di kalangan artis K-Pop ini, kita telah membahas depresi yang jadi bagian hidup para artis K-Pop. Bagian kedua ini akan membahas suatu hasil penelitian yang menunjukkan bahwa bunuh diri artis K-Pop diduga kuat menyebabkan angka bunuh diri makin tinggi, terutama dalam waktu 9 minggu setelah berita bunuh diri si artis dipublikasi media.

Penelitian Ilmiah

King-Wa Fu, Chan C.H, dan Michel Botbol dalam "A Study of the Impact of Thirteen Celebrity Suicides on Subsequent Suicide Rates in South Korea from 2005 to 2009" membahas dampak kematian 13 selebriti Korsel terhadap angka bunuh diri masyarakat setelah terjadinya bunuh diri para artis tersebut.

daftar 13 selebritis Korsel yang bunuh diri dan jumlah liputan media-dokpri
daftar 13 selebritis Korsel yang bunuh diri dan jumlah liputan media-dokpri
Penelitian itu menemukan bahwa tiga dari 11 kasus bunuh diri selebritas diikuti dengan peningkatan angka bunuh diri yang signifikan. Peningkatan angka bunuh diri yang mencolok tersebut dapat berlangsung sampai 9 pekan setelah peristiwa bunuh diri selebritis terjadi. 

Semakin kecil liputan media terhadap kasus bunuh diri selebritas, semakin tak berdampak kasus bunuh diri artis tersebut pada angka bunuh diri masyarakat umum. 

Sebaliknya, semakin kasus bunuh diri artis diliput dan ramai diberitakan media, makin besarlah dampaknya terhadap peningkatan angka bunuh diri masyarakat pada minggu-minggu setelahnya. Tiga kasus bunuh diri artis, yang mana mendapat liputan media yang begitu intens, diikuti oleh meningkatnya bunuh diri masyarakat umum. 

Penelitian ini juga menemukan bahwa metode bunuh diri artis juga ditiru oleh masyarakat umum yang ikut-ikutan bunuh diri setelah mendengar berita kematian selebritis di Korsel. Contohnya, setelah Lee Eun-ju bunuh diri dengan cara menggantung diri pada tahun 2005, makin banyak orang bunuh diri dengan menggantung diri.  

Media Massa Perlu Introspeksi?

Good news is a good news. Berita buruk adalah berita laris. Rupanya hal ini masih jadi kenyataan dalam praktik pemberitaan media massa di mana pun. 

Pemberitaan kasus bunuh diri, apalagi yang dilakukan artis K-Pop, pasti menarik perhatian publik. Akan tetapi, redaktur media massa dan jurnalis kadang kurang memahami dampaknya terhadap masyarakat. 

Penelitian di atas secara sahih menunjukkan, semakin intens liputan terhadap suatu kasus bunuh diri artis, makin kuat dampaknya terhadap peningkatan bunuh diri masyarakat. Artinya, media massa perlu introspeksi. Media massa harus juga membatasi diri untuk tak menjadikan kasus bunuh diri artis jadi bahan berita selama berminggu-minggu.

Selain itu, pemberitaan kasus bunuh diri seharusnya memuat unsur edukasi pencegahan bunuh diri. Dalam artikel atau dalam liputan televisi tentang kasus bunuh diri, seharusnya ada himbauan bagi masyarakat untuk mewaspadai depresi yang dialami dan ada anjuran untuk segera berkonsultasi untuk cegah bunuh diri. 

Relevansi untuk Indonesia

Sepanjang 2005 saja ada sebanyak 30.000 kasus bunuh diri yang tercatat di Indonesia, dan ini hanyalah yang dilaporkan saja. Ada banyak kejadian bunuh diri yang ditutup-tutupi, entah karena rasa malu keluarganya, atau demi menjaga kehormatan almarhum (https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/bunuh-diri-di-indonesia/).

hellosehat.com
hellosehat.com
Mengutip diagram dari situs hellosehat.com, tiap 1 kasus bunuh diri berhasil, sebenarnya ada 20 percobaan bunuh diri. Media massa berperan mengedukasi pencegahan bunuh diri untuk menekan angka (percobaan) bunuh diri di masyarakat kita.

Teladan Kompas.com

Kalau kita amati, Kompas.com sudah menjalankan peran media sebagai agen penyebar kampanye pencegahan (percobaan) bunuh diri. Di akhir berita bunuh diri, Kompas.com memuat informasi ini:

"Kontak bantuan 

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. 

Berikut daftar layanan konseling yang bisa Anda kontak maupun untuk mendapatkan informasi seputar pencegahan bunuh diri: Gerakan "Into The Light" Facebook: IntoTheLightID Twitter: @IntoTheLightID Email: intothelight.email@gmail.com Web: intothelightid.wordpress.com 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2