Mohon tunggu...
Bobby MSF
Bobby MSF Mohon Tunggu... pembelajar

kontakbobby@zoho.eu. Buku Perdana= http://bit.ly/Wanitamulia Buku Kedua= http://bit.ly/SantoYusuf

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Lebih Hebat daripada "the Minions", Ratri Juara Dunia di Tiga Cabang Berbeda

25 Januari 2019   05:32 Diperbarui: 25 Januari 2019   05:42 0 12 5 Mohon Tunggu...
Lebih Hebat daripada  "the Minions", Ratri Juara Dunia di Tiga Cabang Berbeda
http://oino.site

Siapa atlet badminton Indonesia yang paling hebat? Banyak yang menyangka, Kevin-Gideon adalah yang terhebat.  Memang benar, saat ini the Minions adalah pasangan ganda putra terhebat di dunia. Akan tetapi, ada Leani Ratri Oktila yang lebih hebat lagi. Siapa dia? Banyak pecinta olahraga yang bahkan belum tahu nama pebulutangkis berusia 27 tahun ini.

http://oino.site
http://oino.site
Ratri adalah peraih BWF Female Para-Badminton Player of the Year 2018. Wajar saja, Ratri menduduki peringkat pertama dunia para-badminton tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran pada tahun 2018. Tiga posisi pertama ia rebut sekaligus. Di Asian Para-Games tahun lalu, ia meraih dua emas dan satu perak untuk Indonesia!

Simak raihan Ratri sepanjang kariernya di tiga cabang berbeda:

3 kali juara ddan 1 kali runner-up di 2018 (en.wikipedia.org)
3 kali juara ddan 1 kali runner-up di 2018 (en.wikipedia.org)
Selalu juara di ganda putri (en.wikipedia.org)
Selalu juara di ganda putri (en.wikipedia.org)
Selalu juara ganda campuran tahun 2018 (en.wikipedia.org)
Selalu juara ganda campuran tahun 2018 (en.wikipedia.org)
Kecelakaan Yang Mengubah Hidup

Sebelum menjadi atlet para-badminton kategori SL 4, Ratri adalah atlet normal. Sejak usia 8 tahun, ia kerap mengikuti turnamen bulutangkis di Riau. Banyak kejuaraan telah ia menangi di daerah asalnya. 

Pada tahun 2011, Ratri mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor. Ia dan orang tuanya merasa sangat terpukul karena menyadari bahwa kecelakaan itu mengakibatkan perubahan fisik yang cukup signifikan pada dirinya. Leani sempat tertekan melihat kesedihan orang tuanya, terutama ayahnya yang merasa bahwa ujung tombak keluarga telah patah. 

Leani sempat berpikir bahwa kecelakaan yang dialaminya adalah pertanda dari Tuhan agar ia beristirahat. Namun, istirahat bukan berarti berhenti total. Saat ada tawaran untuk terjun di Peparnas (Pekan Paralimpik Nasional), sempat terjadi pertentangan di keluarga Oktila. 

Ada yang setuju dan ada yang keberatan bila Ratri terjun sebagai atlet difabel. Syukurlah, akhirnya Ratri mendapat dukungan untuk bermain lagi. Ratri tak putus asa. Kecintaannya pada bulutangkis mendorongnya untuk kembali bermain badminton, kali ini di ajang Peparnas. 

Ayahnya tak tahu bahwa Ratri berhasil menjuarai Peparnas. Ayahnya kaget saat melihat medali kemenangan Ratri di ajang itu. Ayahnya saat itu terharu. Ia bertanya, "Ayah tak menyangka kamu juara. Kamu yakin masih mau main badminton?"

Ratri menjawab, "Ya. Saya yakin jalan saya di sini. Saya tidak minder bermain sebagai atlet difabel."

Prestasi Internasional

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3