Mohon tunggu...
Bobby MSF
Bobby MSF Mohon Tunggu... pembelajar

Mau Ikut? http://bit.ly/BelajarNulisFeatureGratis

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Mcqueen Yaqueen Bela Orang Missqueen

21 Januari 2019   03:23 Diperbarui: 21 Januari 2019   04:16 0 3 2 Mohon Tunggu...
Mcqueen Yaqueen Bela Orang Missqueen
https://twitter.com/nurhadi_aldo

Anak Jalanan Missqueen

Suatu organisasi sosial mengadakan makan siang untuk anak-anak jalanan (anjal) nan missqueen (baca:miskin) di Semarang. Datanglah puluhan anjal memenuhi sebuah aula. Panitia lantas membagikan nasi kotak. Setelah berdoa menurut keyakinan masing-masing, para anjal dipersilakan menyantap sajian dari panitia. Yang menarik, seorang anjal diam saja saat teman-temannya asyik menikmati hidangan.

Seorang pemuda yang jadi panitia mendekati si bocah. ”Lho, Dik, kenapa nggak makan? Sakit ya?” tanya si pemuda dalam bahasa Jawa ngoko.

“Saya nggak sakit, Mas. Kakak saya yang sakit di pondok kami di bawah jembatan. Saya nggak makan nasi kotak ini karena pengen beri nasi ini untuk kakak saya” jawab si bocah.

Mendengar jawaban itu, si pemuda terharu. “Dik, tenang saja, nanti Mas beri tambahan nasi kotak untuk kakakmu. Setelah acara, nanti kami antar kamu ke pondokmu. Kami ingin jenguk juga kakakmu yang sakit.” Bagi saya, bocah tak berpunya ini menjadi simbol orang-orang missqueen materi yang kaya-raya nuraninya. Ia rela memberi dan mau berbagi dari kekurangannya.

Mbak Tum

http://laz-alhakim-sucofindo.org/wanita/2016/04/18/wajibkah-wanita-mengenakan-mukena-ketika-shalat.html
http://laz-alhakim-sucofindo.org/wanita/2016/04/18/wajibkah-wanita-mengenakan-mukena-ketika-shalat.html

Mbak Tum, sebut saja begitu, adalah salah satu karyawati toko dan usaha penatu (laundry) keluarga kami. Wanita paruh baya ini punya seorang putra usia sekolah dasar. Kadang si anak itu sepulang sekolah diajak juga ke tempat kerja.

Demi menghidupi anaknya dan dirinya, Mbak Tum yang telah menjanda bekerja membanting-tulang. Yang mengesan bagi saya, Mbak Tum rajin salat. Di sela-sela pekerjaan, ia selalu ingat untuk salat. Tentu saja keluarga kami (yang Katolik) memberi keleluasaan bagi karyawan-karyawati, termasuk Mbak Tum, untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya.

Buah dari ibadah itu sangat tampak dalam diri Mbak Tum. Ia sangat ramah, jujur, dan hormat pada siapa pun. Cukup sulit mendapatkan karyawati yang setia, dapat dipercaya, dan memiliki kualitas pribadi seperti Mbak Tum. Bagi saya, Mbak Tum menjadi simbol orang-orang missqueen yang bekerja keras, bertakwa, dan berbudi luhur.

Pak Supriyanto

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3