Mohon tunggu...
Nani Kusmiyati
Nani Kusmiyati Mohon Tunggu... Guru - English teacher, Trainer, Writer and Woman Navy

I love teaching, writing and reading

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kekasih

23 September 2022   21:14 Diperbarui: 23 September 2022   21:17 118
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
pexels-abd-elrahman-elokby-6780007

KEKASIH

Kekasih,... saat ini daku sendiri sepi tanpa kehadiranmu; mencoba melupakanmu namun kutakmampu; bayangmu selalu hadir dalam setiap langkahku.

Masih melekat kenangan terakhir bersamamu; kau bonceng aku dengan motor tua menopang kita yang semakin renta; kulingkarkan kedua tanganku kepinggangmu; hangat tubuhmu aku rasakan, aroma khas tubuhmu menyeruak hidungku; aku ingin lebih lama bersandar di punggungmu; tak ingin momenku segera pergi karena berjalannya waktu.

Namun, hatiku sangat sedih dan hancur tatkala dirimu tak mampu lagi menjemputku, tatkala tubuhmu terbaring lesu; hanya pandangan matamu mengikuti langkahku, pandangan penuh kasih itu menjadi memelas; menahan sakit yang kau derita sekian lama.

Kasih,..hatiku serasa tercabik-cabik, pedih,.perih..

Andai aku bisa menyembuhkanmu; namun aku tak mampu; aku hanya dapat mendampingimu, memelukmu, dan menyayangimu hingga Tuhan memanggilmu.

Kasih,.. kini aku sendiri; menemani buah hati kita hingga mandiri; setiap tetesan air mata tak mampu mengikis kepedihanku.

"Tuhan,.ampunilah hamba-Mu

yang rapuh,.

Berikan tempat terindah untuk kekasihku,.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun