Mohon tunggu...
Riduannor
Riduannor Mohon Tunggu... Guru - Penulis

Citizen Journalism

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Kardus Durian

5 September 2023   08:54 Diperbarui: 5 September 2023   08:56 540
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar Kardus Durian diolah menggunakan Canva untuk Kompasiana (Dokpri)

Ihwal Kardus durian menjadi heboh sekitar tahun 2012. Kardus durian ini dikaitkan dengan dugaan salah satu korupsi yang diduga melibatkan Cak Imin. Kasus ini tidak hilang sepenuhnya, seakan mati suri. Mencuat kembali setelah deklarasi pasangan Capres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin).

Gonjang-Ganjing Sang Kardus Durian

Kasus Kardus Durian serasa timbul dan tenggelam. Tenggelam sekian lama, dan mencuat kembali setelah sebelas tahun berlalu. Kok bisa sebuah kasus korupsi berjalan begitu lama dan belum selesai?. Dan sekarang muncul kembali.

Kasus Kardus durian memang tidak dihentikan penyelidikan. Menurut KPK kasus ini tetap berjalan dan masih aktif. Nama Cak imin pertama kali di sangkut pautkan dengan dugaan penerimaan suap Dharnawati. 

Ia merupakan kuasa hukum sebuah perusahaan swasta yang bergerak diproyek program percepatan pembangunan infrastruktur daerah transmigrasi (PPIDT) di empat kabupaten yang ada di Papua.

Mengapa Kardus durian begitu populer?. Seakan sulit dilupakan, walaupun kasusnya timbul tenggelam. Dari dalam kardus durian tersebut disita uang sebesar Rp.1,5 milyar saat penangkapan penyuap.

Para penerima suap yang merupakan anak buah Cak Imin di Kemenakertrans yaitu Nyoman Suisnaya dan Dadong Irbarelawan beserta penyuapnya, Dharnawati sudah divonis penjara.

Kasus kardus durian tidak berhenti sampai disini saja. Kasus tetap berjalan dan dikembangkan. Sempat diungkit kembali oleh KPK pada Oktober 2022 setelah sempat terlupakan.

Cak Imin tersandera Kardus Durian?

Kasus Korupsi Kardus Durian senilai Rp.1,5 milyar dari total jumlah dana suap seluruhnya Rp.7,3 milyar untuk proyek PPIDT di lingkungan Kemanakertrans baunya tentu menyengat dan tercium kemana-mana.

Menjelang Pilpres 2024, kasus kardus durian tentunya menjadi sorotan publik, dan pengembangan lebih lanjut masih ditunggu oleh masyarakat Indonesia.

Kardus durian tentu sangat mengganggu dan perlu kepastian penyelesaian. Bagaimanapun kasus ini akan menyandera pasangan yang mencalonkan dirinya di pilpres 2024. Kepastian publik, bersihnya pasangan dari kasus korupsi menjadi nilai plus bagi masyarakat menentukan pilihan.

Polemik yang berkembang juga akan terselesaikan bila kasus kardus durian ini juga bisa cepat diselesaikan oleh KPK. Sehingga bila dinyatakan terlibat atau tidak terlibat, bisa memberikan kepastian hukum pada yang bersangkutan dengan kasus kardus durian ini.

Bagaimanapun kasus kardus durian menjadi bayangan rekam jejak politiknya Cak Imin. Dan menjadi tantangan bagi Cak Imin sendiri terutama menjelang Pilpres 2024.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun