Bagas KurniaP
Bagas KurniaP Content Writer

Seorang remaja yang suka menulis informasi seputar fashion. fashionmuslim.info adalah website tempat saya menulis

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis Type 45

7 Maret 2019   15:45 Diperbarui: 7 Maret 2019   16:25 2468 0 0
Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis Type 45
Desain Rumah Type 45 (rumahpedia.info)


Rumah type 45 merupakan salah satu jenis rumah minimalis yang sangat populer di Indonesia. Selain desainnya yang menarik, rumah type 45 ini memiliki ruang yang sedikit lebih luas daripada rumah type 36, meskipun sama-sama memiliki 2 kamar tidur. Rumah type 45 ini juga menjadi hunian yang nyaman bersama keluarga. Maka tak heran jika banyak orang yang tertarik untuk membangun rumah ini.

Sesuai namanya, rumah type 45 ini memiliki luas bangunan 45 meter persegi. Desain rumah minimalis type 45 pun ada berbagai macam, seperti type 45/60, 45/90, 45/72, dan 45/84. Angka dibelakang 45 tersebut menunjukkan luas lahan. Misalnya kamu membangun rumah type 45/60, artinya rumah tersebut memiliki luas bangunan 45 meter persegi dan luas tanah 60 meter persegi. Sisa lahan kosong ini bisa dimanfaatkan untuk hal lainnya.

Setelah kamu tahu seperti apa rumah type 45 dan tertarik ingin membangunnya, di artikel ini kita akan menjelaskan secara garis besar hal apa saja yang harus diperhatikan saat akan membangun rumah type 45. Selain itu kamu juga akan tahu pengeluaran apa saja yang sebaiknya dianggarkan dan berapa estimasi biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah type 45 ini.

Gambaran Biaya Bangun Rumah Minimalis Type 45

Desain Rumah Minimalis Type 45 (rumahpedia.info)
Desain Rumah Minimalis Type 45 (rumahpedia.info)
1. Luas Tanah dan Desain Bangunan

Sebelum membangun rumah sebaiknya kamu ukur terlebih dahulu luas lahan yang ingin kamu bangun. Dengan begini kamu bisa tahu berapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk membuat rumah per meter persegi. Misalnya, kamu ingin membangun rumah type 45/60 dengan harga tanah Rp 1 juta per meter persegi. Maka dana yang kamu butuhkan sekitar Rp 1 juta x 60= Rp 60 juta.

Jika ukuran rumah sudah ditentukan, kamu juga perlu memilih desain awal. Bagi kamu yang ingin memiliki desain rumah dengan tampilan menarik, tidak ada salahnya kamu menyewa jasa arsitek. Ada banyak arsitek yang menawarkan jasa desain dengan tarif yang bervariasi. Biasanya arsitek akan memasang tarif desain rumah per meter persegi, mulai dari Rp 1 juta-Rp 5 juta per meter persegi. Semakin berpengalaman seorang arsitek, maka tarifnya juga semakin tinggi.

2. Material Bangunan

Setelah menentukan desain rumah, tahap selanjutnya adalah membuat daftar material apa saja yang dibutuhkan untuk membangun rumah. Bahan material umumnya sama untuk semua jenis rumah. Hanya saja material yang dibutuhkan ini biasanya tergantung dengan luas dan desain rumah itu sendiri.

Bahan material yang dibutuhkan antara lain, batu kali, semen, pasir, besi atau baja, batu kerikil, batu bata, kayu, genteng, kusen, konstruksi baja ringan, cat, dan lainnya. Bahan-bahan material tersebut diperkirakan mencapai Rp 3 juta per meter dan biasanya belum termasuk dengan instalasi listrik. Kamu bisa menghemat biaya dengan membeli bahan bangunan sesuai anggaran.

3. Biaya Tukang

Upah harian tukang tentu berbeda antara satu kota dan lainnya. Selain itu, besar kecilnya upah juga disesuaikan dengan keterampilan tukang dan pekerjaan seperti apa yang dilakukan. Mulai dari penggali tanah untuk pondasi, tukang batu bata, kusen, rangka atap, plafon, instalasi listrik, sanitasi, keramik, sampai tukang cat semua ada tarifnya sendiri.

Ada tiga sistem pengupahan tukang yang bisa dilakukan, yaitu upah harian, upah borongan jasa, dan upah borongan penuh. Untuk upah sistem harian, biaya tukang berkisar antara Rp 100 ribu-Rp 150 ribu per harinya. Sedangkan upah borongan jasa dihitung berdasarkan luas lahan yang dibangun, yaitu mencapai Rp 600 ribu-Rp 800 ribu per meter persegi.

Sistem borongan penuh ini biasanya dipilih bagi pemilik rumah yang tidak ingin repot berbelanja material sendiri. Sehingga tinggal terima beres nya saja. Biasanya kontraktor menawarkan tarif antara Rp 3 juta-Rp 5 juta per meter persegi. Sistem ini memang lebih praktis, tetapi kamu tentu harus memilih kontraktor yang benar-benar bisa dipercaya agar tidak mengecewakan.

4. Biaya Lainnya

Kamu tentu tidak boleh melupakan biaya-biaya sampingan saat membangun rumah. Misalnya biaya pengurusan IMB (Izin Mendirikan Bangunan), biaya pembersihan, hingga biaya pindahan sekalipun. Kamu juga perlu mempersiapkan dana tambahan untuk membangun rumah sebesar 10% dari total semua pengeluaran yang dibutuhkan. Dana ini nantinya bisa dijadikan cadangan untuk anggaran yang tidak terduga.

Biaya lainnya ini juga termasuk ke dalam biaya dekorasi maupun furniture untuk mempercantik rumah impian. Kamu pastinya tidak mau memiliki rumah baru yang kosong bukan? Untuk itu, perkirakan juga jumlah biaya yang dibutuhkan untuk membeli perabotan dan dekorasi rumah type 45 impianmu.

Sumber : rumahpedia.info