Mohon tunggu...
Bi yani
Bi yani Mohon Tunggu... Guru - Guru SD Muhammadiyah Sendangtirta Berbah Sleman Yogyakarta

Saya lahir di Kulon Progo pada tanggal 1971. Pendidikan saya mengenyam pendidikan, SD dan SMP di Kecamatan Samigaluh kabupaten Kulon Progo. SMA di SMAN 4 Bhe Yogyakarta. Kuliah S1 di Fakultas Dakwah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta lulus tahun 1997. Pendidikan terakhir saya S2 UIN sunan Kalijaga Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Beauty Pilihan

Kebiasaanku Membersihkan Wajah dengan Berwudlu dan Masker Berbahan Alami

11 September 2022   08:55 Diperbarui: 11 September 2022   08:59 78 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Beauty. Sumber ilustrasi: Unsplash

 Topik pilihan Kompasiana kali , terkait kecantikan yakni bagaimana kebiasaan kita membersihkan wajah. Topik ini menarik bagi saya. Saya yang kebetulan seorang wanita, memiliki sedikit perbedaan dalam hal kebiasaan membersihkan wajah. Mengapa demikian, simak tulisan saya berikut ini.

Saat saya masih duduk di bangku SMP, guru agama saya bercerita, bahwa kelak di akherat, anggota tubuh kita yang terkena wudlu akan berdinar terang. Who, hebat pikir saya saat mendengar cerita itu. Dalam hati kecil saya, saya akan rajin sholat sehingga nanti bagian tubuh saya yang terkena air wudlu pun akan bersinar terang. Singkat cerita sejak itu, saya tiap sudah memasuki waktu sholat, dan tidak sedang belajar di kelas , maka saya solat.

Sehingga tiap istirahat siang, saya ke masjid salat Dhuhur. Bahkan malam hari sekitar pukul dua juga sudah bangun tahajud. Tiap hari saya lakukan rutinitas tersebut hingga dewasa, kecuali saat sedang mendapat menstruasi atau nifas. Selain tahajud, saat SMA mendapat materi sholat Dhuha dan doanya. Lagi-lagi saya pun melaksanakannya secara rutin. 

Rutinitas itu, ada terselip salah satu  tujuan awal  tadi, dengan sering salat berarti sering berwudlu. Dengan sering berwudlu maka keinginanku bersinar-sinar anggota badanku yang terkena wudlu (di akhirat kelak) dapat terwujud. Nah, karena sering wudlu, maka saya tidak memiliki kebiasaan membersihkan wudlu memakai pembersih buatan pabrik kecuali menggunakan sabun mandi saat mandi. 

Itu saya lakukan sejak masih remaja hingga dewasa dan sudah menikah. Saya pun hanya memakai bedak dan lipstik saat ada acara yang memaksa saya harus tampil dengan make up, misal harus among tamu manten. Jika tidak ada acara, wajah saya alami tanpa bedak maupun lipstik.

Meski tidak punya kebiasaan menggunakan pembersih buatan pabrik, namun saya punya kebiasaan memakai masker alami. Jika kebetulan  ada pisang Ambon, maka wajahku kumaskeri pisang. Jika alpukat di kampung sedang panen, maka wajahku kumaskeri alpukat.

Jika sedang meminum jeruk nipis maka wajahku kumaskeri air jeruk nipis sisa perasan. Masker yang paling  sering kugunakan ada endapan air cucian beras pertama. Saat mencuci beras pagi hari, air cucian pertama kutampung di wadah, saat siang pulang dari kantor, sudah mengendap. Airnya saya buang, kemudian endapannya kugunakan untuk masker wajah. Hasilnya luar biasa lho. Wajahku kencang dan jarang berkomedo.

Tertarik kebiasaan saya, silakan coba. Wajah kita akan tampil alami dan kata orang, wajah saya awet muda lho. Benar tidaknya, hanya orang lain yang menilai. Kalau saya pribadi mah, sudah merasa tua, meski jiwaku tetap serasa muda. Tetap semangat dan terus semangat.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Beauty Selengkapnya
Lihat Beauty Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan