Mohon tunggu...
el lazuardi
el lazuardi Mohon Tunggu... Wiraswasta - Menyukai buku

Tulisan lain ada di www.jurnaljasmin.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kemenangan Maroko atas Belgia dan Kerendahan Hati Hakim Ziyech

29 November 2022   19:05 Diperbarui: 29 November 2022   19:18 330
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hakim Ziyech, pemain Maroko. Foto: twitter @actufoot_ / bolasport.com

Kemenangan Maroko atas Belgia pada hari Minggu, 27 November 2022 lalu menjadi salah satu berita paling menarik dari pagelaran Piala Dunia 2022 ini. Terkait dengan kemenangan itu ada sisi yang tak kalah menarik untuk dibahas. Yakni tentang kerendahan hati Hakim Ziyech.

Ya, kemenangan Maroko atas Belgia pada matchday kedua grup F itu amat mengejutkan. Tak ada yang menyangka. Belgia adalah peringkat kedua FIFA yang bermaterikan pemain-pemain dari generasi emas mereka. Namun siapa mengira kalau mereka harus takluk dari tim dengan peringkat dua puluh tingkat dibawah mereka.

Ya, Maroko unggul dengan gelontoran dua gol tanpa balas. Romain Saiss mencetak gol pertama setelah membelokkan tendangan Abdelhamid Sabiri di menit 67. Sementara gol kedua dibuat Zakaria Aboukhlal pada menit 90+2. Namun sebenarnya pada laga ini Maroko mencetak tiga gol, dimana gol tendangan bebas Hakim Ziyech di akhir babak pertama dianulir wasit karena Romain Saiss yang mencoba menyambut bola hasil tendangannya di kotak pinalti terkena offside.

Meski tak mencetak gol, nyatanya Ziyech dinobatkan sebagai Man of The Match. Pilihan yang tak salah sebenarnya mengingat peran besar Ziyech bagi timnya. Ya, Ziyech berperan memberi assist bagi gol Aboukhlal dan menjadi pembeda yang membuat Maroko mampu memgimbangi permainan Belgia. Zoyrch juga merupakan inisiator dalam pergerakan cepat saat melakukan serangan balik.

Meski demikian, Ziyech tak merasa jumawa dengan gelar yang diberikan padanya ini. Pemain yang memperkuat klub Inggris, Chelsea, ini tetap menunjukkan kerendahan hatinya dan mengatakan bahwa dirinya sebenarnya tak pantas diberikan gelar ini.

" Saya tak pantas mendapatkan trofi pemain terbaik ini. Ini adalah hasil upaya  banyak orang. Rekan-rekan saya mendukung saya," komentar Ziyech seperti yang dikutip bolasport.com dari situs FIFA.

Dalam sebuah wawancara seusai laga, Ziyech bahkan lebih memilih Selim  Amallah sebagai pemain terbaik dari pada menonjolkan dirinya sebagai orang yang paling berpengaruh bagi tim.

Ziyech juga tak lupa menyebutkan peranan para penonton yang setia mendukung mereka sebagai salah satu faktor penting dibalik kesuksesan mereka ini.

" Para penonton membantu kami. Mereka berada di belakang kami. Saya pikir ini benar-benar membantu kami," kata Ziyech lagi.

Penampilan pada pertandingan kedua Maroko di Piala Dunia 2022 ini merupakan salah satu penampilan terbaik bagi Ziyech sejak kembali lagi ke timnas. Sebelumnya dirinya sempat mundur karena perselisihan dengan pelatihan Vahid Halilhodzic. Statistik mencatat Ziyech membuat satu assist, 2 peluang, 3 tekel sukses dan empat dribel melewati lawan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun