Mohon tunggu...
ellazuardi
ellazuardi Mohon Tunggu... Wiraswasta - Menyukai buku

Tulisan lain ada di www.jurnaljasmin.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Tradisi Artikel Utama

Ragam Cara Anak Kos Menikmati Lebaran Tanpa Mudik

2 Mei 2022   15:07 Diperbarui: 2 Mei 2022   20:15 1897 36 9
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Silahturahmi merayakan lebaran Idul Fitri dengan video call.|SHUTTERSTOCK/Gatot Adri via Kompas.com

Lebaran adalah hari istimewa maka harus dirayakan dengan cara istimewa pula. Salah satunya dengan mudik ke kampung halaman. Tak afdol rasanya melewatkan Lebaran tanpa mudik.

Meski demikian tak semua orang bisa mudik. Ada yang terkendala pekerjaan. Ada pula yang terkendala biaya yang mahal. Jadi mau tak mau harus menerima nasib merayakan lebaran di perantauan.

Bagi seorang anak kos yang hidup sendirian di negeri orang, melewatkan lebaran tanpa mudik ini terasa berat. Jauh dari keluarga membuat kita merasa kesepian. Kita serasa menjadi orang asing yang tak kenal siapa-siapa.

Meski demikian, menjalani lebaran tanpa mudik tidak melulu berisi cerita tentang kesedihan saja. Tetap saja ada momen-momen keceriaan yang bisa kita nikmati, meski nikmatnya tak senikmat lebaran bersama keluarga di kampung.

Penulis sendiri termasuk kepada bagian dari kelompok ini. Sudah beberapa kali melewatkan lebaran tanpa pulang kampung. Meski sedikit berat pada awalnya tapi lama-lama sudah terbiasa.

Ada beberapa kegiatan yang bisa kita lakukan agar tak merasa kesepian ketika merayakan lebaran di perantauan.

1. Silaturahmi dengan Ibu Kos dan Tetangga Sekitar.

Ketika di kampung, setelah selesai shalat Id kegiatan kita selanjutnya adalah bersilaturahmi dengan tetangga dan sanak saudara. Saling berkunjung, saling menyapa, dan berbagi cerita.

Nah, hal serupa juga bisa kita lakukan saat di tempat kos. Bedanya, yang kita datangi bukan bagian dari kerabat kita.

Bila ibu kos berdomisili tak jauh dari lokasi kosan kita, maka mengunjungi beliau bisa menjadi pilihan pertama. Ucapkan selamat hari raya dan permohonan maaf sebagaimana umumnya. Anggap saja mereka sebagai pengganti orangtua kita di rumah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Tradisi Selengkapnya
Lihat Tradisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan