Mohon tunggu...
ellazuardi
ellazuardi Mohon Tunggu... Menyukai buku

www.jurnaljasmin.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Bola

European Super League dan Daya Tarik Sepak Bola yang Hilang

22 April 2021   20:36 Diperbarui: 22 April 2021   20:51 57 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
European Super League dan Daya Tarik Sepak Bola yang Hilang
Pemain Leeds United memakai kaos bertuliskan "Football is for the fans" sebagai protes atas European Super League.Foto:Reuters via inews.id

Kompetisi European Super League (ESL) yang digagas Real Madrid bersama sebelas klub elit Eropa lainnya batal digelar.Sejumlah insan sepakbola mulai dari pemain,pelatih hingga anggota dewan otoritas sepakbola,UEFA dan FIFA hingga suporter bersatu menentang penyelenggaraan kompetisi ini.Alhasil klub-klub yang telah bergabung satu persatu mengundurkan diri.

Pelaksanaan liga yang bersifat eklusif ini tidak mendapat sambutan dari berbagai pihak.Salah satu alasannya adalah bahwa liga yang rencananya akan diikuti 20 tim ini dinilai akan membosankan.Karena dengan jumlah peserta yang tidak berubah dan terbatas hanya bisa menampilkan sedikt varian pertandingan yang ada.

Selain itu salah satu daya tarik sepakbola yakni ketika tim kecil tampil luar biasa dan mengalahkan tim besar tak akan bisa kita saksikan lagi."Alasan sepakbola sangat populer adalah karena tim yang lemah bisa mengalahkan tim kuat" demikian pernyataan pelatih Leeds United,Marcelo Bielsa mengomentari hal ini seperti ditulis akun Instagran @sportbible.

Diakui memang kehadiran klub-klub besar seperti Real Madrid,Barcelona,Juventus,Manchester United dan lainnya menjadi faktor utama yang membuat sepakbola itu menarik.Kehadiran mereka membuat sebuah turnamen menjadi meriah dan mendatangkan banyak sponsor dan uang tentunya.

Tapi kita juga tak bisa mengecilkan arti kehadiran klub-klub kecil yang kurang terkenal.Karena pada saat-saat tertentu mereka justru yang menjadi daya tarik kompetisi karena bisa menang atas klub besar atau bahkan memenangkan sebuah kejuaraan.

Sebagai contoh pada Liga Champions musim lalu saja dua slot di semifinal diisi klub semenjana RB Leipzig dan Olympique Lyon.Selain itu penampilan klub Italia Atalanta juga menuai pujian meski hanya sampai perempat final.

Para pemain Nottingham Forest meraih Piala Champion.Foto :The Guardian via medcom.id
Para pemain Nottingham Forest meraih Piala Champion.Foto :The Guardian via medcom.id
Atau di masa lalu juga tercatat beberapa kali klub-klub medioker justru sukses menjadi juara.Sebut saja kisah klub-klub Inggris yang sukses di ajang Piala Champion.Nottingham Forest,klub yang merangkak dari bawah berhasil menjadi juara dua kali tahun 1979 dan 1980 atau Aston Villa yang menjuarainya tahun 1982.

Atau juga kisah klub-klub Eropa Timur seperti Steaua Bucuresti (sekarang Fotbal Club Steaua Bucuresti,FCSB) yang membungkam tim kuat Barcelona di final Piala Champion 1986.Serta prestasi Red Star Belgrade yang mengalahkan Marseille pada final tahun 1991.

Beberapa contoh diatas memberi gambaran betapa sepakbola itu kelihatan lebih menarik bila diwarnai bumbu-bumbu dimana tim-tim underdog  berhasil membuat kejutan.Sebuah kejadian yang sering digambarkan dengan filosofi bahwa bola itu bundar.Dimana setiap tim,tak peduli tim kuat bisa saja kalah dari tim lemah dan sebaliknya tim lemah berpeluang membuat kejutan.

Pertandingan bola yang menarik itu tak hanya partai Big Match yang mempertemukan dua klub besar.Tapi juga ketika tim kecil bertanding dengan tim besar.Dimana tim lemah sanggup memberikan perlawanan mengimbangi permain tim besar.

Dan konsep yang dibawa European Super League yang hanya mempertemukan klub -klub  besar, lama-lama akan membuat kompetisi menjadi tak menarik lagi.

Yogyakarta,15042021

VIDEO PILIHAN