Mohon tunggu...
ellazuardi
ellazuardi Mohon Tunggu... Menyukai buku

www.jurnaljasmin.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Perjuangan Mengurangi Dampak Negatif Miras Pasca Pencabutan Lampiran Perpres tentang Investasi Miras

3 Maret 2021   10:13 Diperbarui: 3 Maret 2021   10:28 75 15 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perjuangan Mengurangi Dampak Negatif Miras Pasca Pencabutan Lampiran Perpres tentang Investasi Miras
Foto Greg Bilsland/unsplash.com

"Saya sampaikan,saya putuskan,lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut" (Presiden Joko Widodo)

Setelah mendapat penolakan keras dari berbagai elemen masyarakat,tokoh publik,ormas dan MUI termasuk para penulis kompasiana juga ,akhirnya Presiden Joko Widodo seperti pada keterangan persnya kemarin mencabut lampiran perpres nomor 10 tahun 2021 tentang investasi minuman keras beralkohol.

Keputusan ini tentu saja disambut baik masyarakat Indonesia,khususnya pihak yang kontra dengan miras.Karena dalam hal ini berarti pemerintah telah mendengarkan suara masyarakat dalam usaha pengurangan dampak negatif miras bagi masyarakat.

Meskipun demikian kita jangan senang dulu.Karena keputusan presiden ini hanyalah satu lompatan kecil dalam upaya penanggulangan bahaya miras ini.Sebagai langkah awal dalam perjuangan yang sebenarnya.

Perlu diingat bahwa keputusan yang dianulir itu hanyalah dibatalkannya investasi minuman beralkohol di 4 provinsi yakni Bali,NTT,Sulawesi Utara dan Papua.Sedangkan status miras sendiri tetap legal.Yang peredaran dan penggunaannya terbatas dan diawasi secara ketat.

Peraturan tentang peredaran miras  sebelumnya tertuang dalam Perpres nomor 74 tahun 2013.Yang menyebutkan bahwa miras boleh diperjualbelikan di hotel,restoran,bar,dan toko khusus dengan persyaratan tertentu dan berlokasi tidak berdekatan dengan sekolah,rumah sakit atau tempat peribadatan.

Selain itu  miras juga boleh dipergunakan untuk kepentingan upacara adat dan keagamaan serta peruntukan di lokasi wisata yang dikunjungi turis.Selain dari yang disebutkan diatas tidak dibolehkan.

Dalam pandangan masyarakat sendiri masih terjadi perdebatan dalam hal pelarangan miras .Kelompok yang melarang beralasan karena dilarang dalam ajaran agama serta dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan mental serta bisa memicu kejahatan atau kecelakaan lalu lintas.

Sementara kelompok yang setuju miras dilegalkan beralasan miras dipergunakan dalam ritual adat dan keagamaan tertentu serta sudah menjadi tradisi di sejumlah daerah.Selain itu kalau minum sedikit tidak bikin mabuk kata mereka.

Meskipun demikian terdapat titik temu diantara kelompok yang pro dan kontra itu.Bahwa penggunaan secara berlebihan dan tanpa kontrol akan berakibat fatal bagi kesehatan maupun keamanan dan keselamatan masyarakat.Sehingga perlu dilakukan langkah-langkah tertentu agar tidak terjadi penyalah gunaan miras itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x