Mohon tunggu...
ellazuardi
ellazuardi Mohon Tunggu... Menyukai buku

www.jurnaljasmin.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Viral

Awas Es Krim Mengandung Virus Corona

16 Januari 2021   08:17 Diperbarui: 16 Januari 2021   08:29 88 10 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Awas Es Krim Mengandung Virus Corona
Foto ilustrasi es krim (pixabay/jeshoots) dari cnnindonesia.com

Di tengah perjuangan dunia melawan virus Corona yang makin mengganas,sebuah berita mengejutkan datang dari China.Petugas kesehatan kota Tianjin baru saja mendeteksi  adanya virus Corona pada  es krim buatan lokal pada Kamis kemarin 14/01.

Dilansir Asia One seperti dikutip dari cnnindonesia.com virus Corona itu ditemukan setelah petugas memeriksa  3 sampel produk merek Daqiaodao.

Belum ada keterangan resmi dari mana sumber virus itu apakah dari bahan yang digunakan atau sumber kain.Produsen sendiri menyatakan bahwa bahan baku yg dipakai termasuk susu bubuk adalah buatan Ukraina dan bubuk dadih (whey mist) asal Selandia Baru.

Pihak Daqiaodao menyatakan mereka telah memproduksi 4.836 kotak es krim dimana 1.812 diantaranya sudah terjual ke berbagai daerah.

Menyikapi temuan itu pemerintah setempat memerintahkan penutupan gudang pendingin tempat menyimpan es krim itu.

Mereka juga telah menyegel sejumlah kotak es krim siap jual yang belum laku.Saat ini tercatat 65 boks sudah terjual ke sejumlah pedagang kecil di Tianjin.

Pemerintah kota Tianjin juga telah menghubungi pemerintah kita lain guna melacak keberadaan es krim yang mengandung virus itu.

Belum ada laporan orang terinfeksi virus Corona lewat es krim itu.Namun demikian pemerintah di sana sudah meminta kepada para pedagang yang membeli eskrim itu untuk melapor bila menderita gangguan kesehatan atau  menampakkan gejala Covid 19.

Temuan itu tentu saja meningkatkan kekhawatiran akan ancaman virus Corona ini.Sebelumnya juga diberitakan penemuan varian baru virus Corona yang lebih ganas di Inggris yang juga telah menyebar ke berbagai negara.

Selain itu juga sebagai peringatan bagi kita untuk lebih waspada dan tidak meremehkan bahaya virus ini.Serta selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk memutus penyebarannya.Termasuk para pedagang makanan. 

sumber cnnindonesia.com

Yogyakarta,16012021

VIDEO PILIHAN