Mohon tunggu...
Politik

Enam "Dosa" Bima Arya di Bogor?

18 Maret 2018   04:01 Diperbarui: 18 Maret 2018   09:19 7160 19 14 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Enam "Dosa" Bima Arya di Bogor?
sumber foto: capture pikiran rakyat.c

Calon petahana di Pilwako Bogor, Bima Arya telah hampir lima tahun menjabat. Masyarakat telah melihat langsung bukti dari kapasitas seorang Bima Arya dalam memimpin daerah yang terkenal dengan sebutan kota hujan tersebut.

Tentu banyak muncul pro dan kontra terhadap kinerja sang kandidat. Apakah dia berhasil atau gagal dalam memimpin daerah yang berpenduduk sekitar satu jiwa tersebut?. Tapi bukti selama hampir lima tahun bisa dijadikan barometer dalam menentukan sikap, apakah dia layak atau tidak membangun kota Bogor lima tahun lagi.

Dalam masa jabatan Bima Arya, Kota Bogor pernah menyabet predikat kota kedua termacet di dunia dalam salah satu survei. Itu tentu predikat yang tidak enak didengar, dan bisa mencoreng nama bangsa Indonesia. Aneh nya lagi, kemacetan di Bogor tersebut seperti diarahkan merupakan kesalahan angkot. Bukan karena gagalnya pemimpinnya dalam mengelola daerah.  

Berikut ini tanggapan dari wakil rakyat Bogor dalam menyikapi kinerja Bima Arya. Apakah ini tergolong "Dosa" atau kesalahan Bima Arya?

1. Wakil Ketua DPRD Kota Bogor dari Fraksi Gerindra, Sopian Ali Agam mengatakan program-program yang dijalankannya itu justru belum matang dan cenderung tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Ia mencontohkan, penerapan sistem satu arah (SSA) di sekitar Kebun Raya Bogor yang tujuannya untuk mengatasi kemacetan di kawasan tersebut, justru akhirnya tidak bisa menjawab persoalan itu.

2. Anggota Komisi D DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya menilai, banyak program yang telah gagal dijalankan oleh pemerintah kota di bawah kepemimpinan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Salah satunya di sektor pembangunan. Baca juga : Ridwan Kamil di Mata Wakil Rakyat Kota Bandung Atty menyoroti soal gagal lelang proyek penambahan 300 kamar untuk kelas 3 di RSUD Kota Bogor. Menurutnya, kondisi rumah sakit milik pemerintah daerah itu sudah melebihi kapasitas dalam menampung pasien. Sehingga, penambahan kamar atau ruang rawat inap pasien sangat dibutuhkan.

3. Anggota Komisi B dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Aswandi menilai, kinerja pemerintahan Bima Arya dalam menyelesaikan masalah di Kota Bogor belum maksimal karena tidak fokus. Aswandi mengatakan, seharusnya di sisa masa jabatannya, Bima harus fokus menentukan penyelesaian masalah dari enam skala prioritas tersebut.

4. Wakil Ketua DPRD Kota Bogor dari Fraksi Golkar, Heri Cahyono menilai, belum maksimalnya program pemerintahan yang telah dijalankan, disebabkan karena lemahnya penataan birokrasi di lingkungan Pemerintahan Kota Bogor. Menurut Heri, keputusan Bima Arya dalam memilih orang atau merotasi jabatan para pejabat di setiap satuan perangkat kerja daerah (SKPD) tidak dilakukan secara matang. Sehingga, pejabat publik yang masuk ke struktur organisasi diisi oleh orang-orang yang tidak mumpuni di bidangnya.

5. Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abuzar Usman menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih belum bisa menyelesaikan masalah kemacetan, termasuk persoalan yang menyangkut perusahaan daerah jasa transportasi (PDJT).

6. Nama Bima Arya disebut hakim terlibat dalam persidangan kasus korupsi Angkahong.

Saatnya masyarakat Bogor menilai, apakah Bima Arya layak untuk dipilih kembali, Atau mengganti dengan sosok yang lain?. Jangan salah memilih, karena kemajuan daerah anda dipertaruhkan.

sumber: Kompas.com

VIDEO PILIHAN