Mohon tunggu...
Billy Antoro
Billy Antoro Mohon Tunggu...

Senang pada hal-hal baru dan menuliskannya di media.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

  Sastrawan Helvy Tiana Rosa Sambangi Gorontalo

20 Juni 2015   07:28 Diperbarui: 23 Juni 2015   21:43 0 0 0 Mohon Tunggu...

 

Sastrawan nasional Helvy Tiana Rosa akan menjadi pembicara dalam Seminar Menulis yang diselenggarakan oleh Forum Lingkar Pena Gorontalo di Gedung Serbaguna Universitas Negeri Gorontalo pagi ini, Sabtu (20/6/2015). Acara bertema “Menulis Membuatmu Kaya Raya” ini akan dimulai pukul 07.30 Wita.

Selain memberikan materi tentang kepenulisan dan proses kreatif berkarya, Helvy juga akan menyosialisasikan rencana bersama membuat film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) melalui talkshow dan penggalangan dana. Dalam acara ini juga akan dideklarasikan Sahabat Mas Gagah untuk wilayah Gorontalo.

Helvy merupakan penulis cerpen, novel, drama, dan puisi yang telah banyak menerbitkan buku inspiratif dan menggugah. Atas kiprahnya membangun bangsa melalui jalur sastra, pendiri Forum Lingkar Pena yang juga dosen Universitas Negeri Jakarta ini menerima berbagai penghargaan, di antaranya “The World’s Most 500 Influential Muslims” versi Royal Islamic Strategic Studies Center, Yordania, dan Anugerah Sastra Balai Pustaka dan Majalah Horison untuk kategori Tokoh Sastra.  

Sejak 2014, Helvy menggalang dana secara gotong royong (crowd funding) untuk mengangkat noveletnya berjudul Ketika Mas Gagah Pergi ke layar lebar. Ia telah berkeliling ke pelosok tanah air dan mancanegara, menggelar seminar, pelatihan menulis, menjalin kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah, serta membentuk tim relawan Sahabat Mas Gagah.   

Skenario film ini digarap oleh Fredy Aryanto dan disutradarai Firman Syah. Rencananya KMGP akan mulai syuting pada Oktober 2015 di Jakarta dan Maluku Utara.

Para pemeran film KMGP dipilih melalui casting daring (online). Sejak dibuka pada Februari 2015 hingga Mei 2015, lebih dari 300 orang dari dalam negeri dan mancanegara ikut serta. Kini, casting untuk sejumlah peran digelar secara luring (offline).   

Acara di Gorontalo ini terselenggara atas kerja sama FLP Gorontalo dengan organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Universitas Negeri Gorontalo, dan koran Gorontalo Post.*