Mohon tunggu...
Ekonomi Pilihan

Melemahnya Rupiah, Awal Menguatnya Ekonomi Indonesia

4 Mei 2018   11:13 Diperbarui: 4 Mei 2018   11:28 0 1 2 Mohon Tunggu...
Melemahnya Rupiah, Awal Menguatnya Ekonomi Indonesia
Ilustrasi. (kompas/Priyombodo)

Banyak pihak yang meributkan bahwa melemahnya rupiah akan berdampak kepada pelemahan ekonomi nasional. Pendapat tersebut tidaklah salah dan memang didukung dengan banyak fakta terkait dengan  peningkatan harga berbagai macam produk impor yang notabene memang dibeli menggunakan dolar pada transaksi internasional. Pelemahan rupiah tersebut menjadi suatu  berita yang menimbulkan kekuatiran dari banyak pihak terutama bagi masyarakat umum.

Kejadian tahun 1998 meninggalkan suatu trauma yang membekas dan mendalam bagi para pelaku bisnis di Indonesia. Akibat meningkatnya dolar dengan begitu cepat dan tinggi, banyak para pengusaha yang mengandalkan dana asing mengalami pailit karena tidak mampu mengembalikan dana pinjaman yang didapatkan dalam nilai mata uang asing. Sehingga secara serta merta para pelaku bisnis sekala besar di Indonesia mulai berguguran dan banyak yang memutuskan untuk menutup bisnisnya.

Robohnya berbagai industri raksasa ternyata tidak diikut sertai oleh berbagai industri UMKM dalam negeri. Industri UMKM terlihat dapat bertahan dalam melewati masa evolusi ekonomi di Indonesia yang bersifat ekstrim. Industri UMKM menjadi penopang perekonomian dalam beberapa tahun kedepan setelah runtuhnya para pemain besar era 98.

UMKM menjadi tulang punggung bagi kehidupan perekonomian di dalam masyarakat. Industri UMKM merupakan salah satu Industri yang tidak terkena dampak secara masif pada kejadian tahun'98. Perekonomian global memang sedang mengalami suatu masa dimana harus terjadi transformasi ekonomi yang oleh masyarakat dunia. Tetapi jika kita perhatikan jauh lebih dalam, Indonesia memiliki perputaran ekonomi yang unik dan dapat bertahan dengan sangat baik apabila dikelola dengan cara yang tepat.

China mengajarkan banyak hal terkait dengan rendahnya nilai tukar mata uang yuan terhadap dolar. Ternyata kelamahan yang dipandang buruk oleh berbagai mata dunia, menjadi suatu kesempatan bagi china, bahkan kesempatan yang diambil tersebut membuat mata negara-negara besar seperti Amerika terbelalak dan terfokus kepada pergerekan china.

Salah satu keinginan kontroversial yang dimiliki oleh China adalah pada saat mereka menginginkan mata uangnya tetap berada posisi rendah. Ternyata China memiliki suatu alasan yang sangat masuk akal dalam keputusan yang dipilih dan diambilnya. Dengan membuat mata uang tersebut tetap rendah, maka China memiliki kesempatan besar untuk menjual produknya dengan harga murah keluar negeri. 

China sebagai pojok dunia Industri tentu menjadi pemain yang tidak dapat dikalahkan. Dengan harga yang sangat murah, ditambah kecepatan dan kualitas yang dapat ditawarkan maka China memukul KO semua pemain Industri dari berbagai belahan dunia. Terbukti hampir semua Brand besar dapat kita lihat kata-kata tertulis made in china. Artinya china bisa memanfaatkan dengan baik peluang tersebut.

Kondisi yang seakan terlihat memburuk ini, tentu saja seharusnya bisa dimanfaatkan oleh indonesia untuk mendorong Ekspor. Hanya saja tantangannya adalah bagaimana bisa melahirkan eksportir-eksportir muda di Indonesia? Indonesia sebagai salah satu negara penghasil komoditi terbesar, seharusnya bisa memanfaatkan kondisi lemahnya rupiah untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dan perkembangan berbagai Industri. 

Terutama industri kreatif terkait dengan kerajinan tangan dan Industri-industri seni. Dengan dolar yang begitu tinggi, sudah seharusnya indonesia dapat bersaing harga dengan para pemain asing yang tidak dapat mengurangi biaya produksi. Hanya saja, harus menjadi suatu catatan penting bahwa Indonesia harus mampu untuk tidak menjadi tamak dengan mematok harga pasaran, melainkan cukup di dalam biaya produksi dan keuntungan yang wajar dari para eksportir. 

Fokus yang tepat akan melahirkan kekuatan ekonomi yang memiliki fundamental yang kuat. Peran serta pemerintah dalam hal ini sangatlah dibutuhkan sebagai pembimbing, pengawas dan tidak menutup kemungkinan sebagai inkubator dalam menaungi para UMKM untuk menjadi suatu bisnis besar yang dapat membangun bangsa dengan cara yang selayaknya.