Mohon tunggu...
Belinda Gandasurya
Belinda Gandasurya Mohon Tunggu... Ilustrator - Belinda G.

siswa mipa pecinta seni

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Jalan Bagimu Terbuka Lebar, Pemuda!

24 Februari 2021   07:38 Diperbarui: 24 Februari 2021   07:57 105
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Secara lantang, pemuda datang membawa perubahan, dan bukti prestasi mereka telah terukir dalam sejarah. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan kejadian yang menggemparkan dunia telah berakar dari pemuda dan hasratnya untuk kenyataan yang lebih baik. Dari mimpi beberapa generasi lamanya untuk menentang ketidakadilan dan kepuasan sebelah pihak, para pemuda akhirnya menjadi penggerak dan penggiring perjuangan untuk mencapai kemerdekaan negara Indonesia.

Sehingga jelas bahwa peran pemuda menjadi esensial, dan negara mengakuinya dalam UU No 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan. Pemudalah yang berperan dalam membantu mewujudkan tujuan negara kita Indonesia. Pemuda, yang didefinisikan sebagai warga negara Indonesia yang berusia 16 hingga 30 tahun, sedang menjalani masa pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa. Masa itu, jika digarap dengan tepat, akan memperkenankan pemuda untuk meninggalkan jejak pencapaian mereka yang membanggakan di buku sejarah.

Walaupun pemuda masa lampau telah banyak berjasa, bukan artinya pemuda masa kini bebas dari tanggung jawab yang serupa. Patut diakui bahwa bayang-bayang kejayaan yang ditinggalkan pemuda-pemuda dahulu memang besar, namun tantangan yang menghantui kini jauh lebih hebat. Seperti yang pernah dikatakan Soekarno, pemuda masa kini harus berjuang melawan bangsa sendiri. Perjuangan pemuda sekarang adalah untuk memberantas akar perpecahan serta mencegah mereka yang ingin meruntuhkan bangsa yang berdiri di bawah naungan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Untuk itu, pemuda membutuhkan persiapan yang matang. Salah satunya adalah pendidikan, yang juga menanamkan cinta akan negara, yakni nasionalisme, yang akan menjadi landasan sekaligus senjata perjuangan pemuda bagi bangsa. Cinta akan negara harus mendasari perjuangan, karena tanpanya, usaha sekeras apapun tidak akan membuahkan hasil. Seluruh perjuangan pemuda masa lampau berhasil, bukan hanya karena usaha mereka, namun karena cinta terhadap negara mendasari perjuangan mereka untuk negara yang lebih baik.

Dengan bekal cinta terhadap negara, pemuda adalah idealis, pemimpi yang ingin melihat Indonesia berkembang lebih maju, makmur dan sejahtera. Pemuda adalah satu-satunya generasi yang mampu dan berani berjuang menentang kesulitan dan tantangan yang mengganggu kedamaian bangsa. Pemuda berkata dan tidak lupa untuk bertindak di hadapan perpecahan, kerakusan, kebodohan, dan kemiskinan yang melanda bumi kita Indonesia.

Sudah banyak pemuda yang turun untuk membantu sesama rakyat Indonesia, mengembangkan daerah dan masyarakat yang cenderung lebih tertinggal. Mereka membangun sarana dan mendukung agar lebih banyak orang bisa mengenyam pendidikan, karena pemuda sadar betapa pentingnya pendidikan itu. Mereka bersatu dan dengan demikian, mengajarkan untuk bersatu. Tak lupa, banyak juga berkarya di dalam maupun luar negeri, serta mengharumkan nama bangsa di kancah internasional melalui kompetisi.

Lingkup pencapaian bagi pemuda sungguh sangat luas. Memang hal pertama yang terpikir adalah bahwa perjuangan tersebut terlalu berat untuk dipikul seseorang. Namun, pemikiran tersebut kurang tepat, karena segala kewajiban perjuangan tersebut berada di tangan semua pemuda Indonesia. Tidak ada yang berjuang seorang diri.

Karena sudah banyak pemuda dengan pencapaian yang besar, terkesan seperti hal-hal besar yang diharapkan dari sisa pemuda. Jika bisa mencapai hal besar, akan sangat diapresiasi, namun kita bisa memulai dari hal-hal kecil. Sebut saja, menunaikan dan melaksanakan moral-moral yang ditegaskan dalam Pancasila, sehingga memberikan contoh serta teladan hidup sebagai warga negara yang berbakti luhur. Memang terkesan sederhana dan kecil, namun hal tersebut sangat rumit, karena menjadi perwujudan paling sederhana cinta terhadap negara yang melingkupi seluruh aspek kehidupan.

Kembali lagi, pemuda mengenal dan mempelajari moral tersebut melalui pendidikan. Pendidikan tersebut harus digarap selama masa muda, karena pada masa tersebut, pemuda ibarat tanah liat yang basah, masih mudah tumbuh dan berkembang. Seiring usia bertambah, tanah akan semakin mengeras dan susah untuk berubah. Selagi mudah itulah pemuda harus mempersiapkan diri menjadi penerus bangsa yang berbakti.

Ya, sesudah waktu orang-orang yang sekarang duduk di tampuk pemerintahan habis, posisi yang kosong kelak akan diisi oleh pemuda, yang saat itu sudah berusia cukup. Dengan mengingat kondisi negara kita saat ini, masih banyak yang harus diurus dan diperbaiki oleh bangsa ini. Sebut saja tantangan seperti korupsi, jurang sosial, ketidakadilan hukum, dan adanya adu domba pada bangsa yang sangat beragam ini.

Pemuda harus mempersiapkan diri sebelum masa tersebut datang, salah satunya dengan memastikan bahwa mereka memiliki dasar yang kuat, agar tidak terjerat dengan kerakusan dan keuntungan sebelah pihak. Jika generasi berikutnya yang meneruskan bangsa masih terbawa arus, maka masalah yang sudah lama menghantui hanya akan melekat lebih kencang. Padahal, sebagai harapan bangsa, selayaknya penyakit tersebut diberantas hingga habis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun