Berty Sinaulan
Berty Sinaulan Penulis dan Pewarta

Pewarta, Pelatih Pembina Pramuka, Arkeolog, Penulis, Peneliti Sejarah Kepanduan, Kolektor Prangko dan Benda Memorabilia Kepanduan, Cosplayer, Penggemar Star Trek (Trekkie/Trekker), Penggemar Petualangan Tintin (Tintiner), Penggemar Superman, Penggemar The Beatles

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Gambar Cadas Tertua di Dunia Ada di Indonesia

8 November 2018   15:58 Diperbarui: 8 November 2018   20:35 646 6 0
Gambar Cadas Tertua di Dunia Ada di Indonesia
Gambar cadas yang ditemukan di Kalimantan Timur, dan diyakini sebagai yang tertua di dunia. (Foto: Puslit Arkenas)

Luar biasa, gambar cadas (lukisan gua) atau dalam Bahasa Inggris disebut rock painting tertua, ternyata ditemukan di Indonesia.

Itulah yang terungkap dari hasil penelitian arkeologi yang dilakukan tim dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) bekerja sama dengan peneliti dari Griffith University (Queensland, Australia) dan ITB (Bandung).

Lukisan figuratif tertua di dunia itu berasal dari masa sekitar 40.000 tahun yang lalu, dan ditemukan pada sejumlah gua yang terdapat di Semenanjung Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur.

Untuk menguji usia lukisan gua atau gambar cadas tersebut, tim menggunakan metode uranium-series geochemistry terhadap sampel kalsium karbonat, dan hasilnya ditemukan penanggalan sekitar 40.000 tahun lalu.

Mendikbud, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, dikerumuni wartawan. (Foto: BDHS)
Mendikbud, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, dikerumuni wartawan. (Foto: BDHS)
Keberhasilan tim memperoleh data yang menunjukkan bahwa gambar cadas tertua di dunia ada di Indonesia juga dipuji Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof. Dr. Muhadjir Effendy. 

Ketika memberi sambutan pada jumpa pers di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Kamis (8/11) pagi, Muhadjir Effendy mengatakan antara lain, "40.000 tahun yang lalu, nenek moyang kita sudah meninggalkan jejak sejarah peradaban manusia yang tingkat kualitasnya luar biasa".

Menteri Muhadjir menyebut luar biasa, karena jejak sejarah berupa gambar cadas itu masih dapat dilihat sampai kini.

Berarti nenek moyang kita tidak sembarangan menggunakan bahan, mereka meramu bahan untuk menggambar dengan teliti, sehingga bisa bertahan puluhan ribu tahun kemudian, demikian dijelaskan Mendikbud.

Penelitian yang menghasilkan penemuan luar biasa itu dilakukan di enam lokasi gua, yaitu Liang (gua) Jeriji Saleh, Liang Ham, Liang Karim, Liang Tewet, Liang Banteng, dan Liang Sara di Kalimantan Timur.

Di antara gambar-gambar cadas yang ditemukan, selain gambar telapak tangan yang memang biasa ditemukan di gua-gua purba, juga ada gambar hewan, seperti banteng purba, hewan yang mirip trenggiling raksasa, kadal, dan bahkan ada gambar seperti manusia yang oleh penduduk setempat disebut "Datu Saman".

Seperti seorang yang mengenakan penutup kepala dengan hiasan yang menjuntai dan memegang sebuah benda panjang yang diduga sebagai tombak.

Pihak Puslit Arkenas seperti dikatakan kepalanya, I Made Geria, mengatakan hasil penelitian itu menegaskan pandangan bahwa gambar cadas tidak hanya berkembang di Eropa pada masa lalu, seperti yang diyakini selama ini, tetapi justru merupakan salah satu inovasi penting dalam sejarah kebudayaan manusia yang berakar pada Zaman Es di Indonesia.