Mohon tunggu...
Berty Sinaulan
Berty Sinaulan Mohon Tunggu... Penulis, Pewarta, Pelatih Pembina Pramuka, Arkeolog

Pewarta, Pelatih Pembina Pramuka, Arkeolog, Penulis, Peneliti Sejarah Kepanduan, Kolektor Prangko dan Benda Memorabilia Kepanduan, Cosplayer, Penggemar Star Trek (Trekkie/Trekker), Penggemar Petualangan Tintin (Tintiner), Penggemar Superman, Penggemar The Beatles

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Sampul Peringatan Filateli yang Unik dan Langka

10 Oktober 2017   20:10 Diperbarui: 10 Oktober 2017   20:22 0 1 0 Mohon Tunggu...
Sampul Peringatan Filateli yang Unik dan Langka
Sampul Peringatan dengan nomor urut 001/200 dan 002/200, yang ditandatangani dua tokoh penting. (Foto: Indonesia Scout Journalist)

Selain penerbitan Sampul Peringatan (SP) Konferensi Dunia ke-28 International Scout and Guide Fellowship (ISGF) yang ditandatangani saat pembukaan konferensi itu di Hotel Inna Bali Beach, Sanur, Bali, 9 Oktober 2017 malam hari, ada lagi SP lainnya yang diterbitkan oleh Pengurus Daerah Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) Bali.

Bila SP yang ditandatangani oleh para pejabat dan pemimpin organisasi ISGF diterbitkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, maka SP terbitan PFI Bali itu dibuat bekerja sama dengan Pramuka Pencinta Filateli dan Satuan Karya (Saka) Filateli Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali.

Sampul Peringatan resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. (Foto; Indonesia Scout Journalist)
Sampul Peringatan resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. (Foto; Indonesia Scout Journalist)
Jumlah cetak SP dari PFI Bali tersebut sangat terbatas, hanya sebanyak 200 lembar. Padahal peserta Konferensi ISGF saja mencapai lebih dari 400 orang. Sebagian dari mereka ada juga yang berminat mengoleksi SP yang merupakan benda filateli itu. Belum lagi ditambah filatelis dari Bali maupun para kolektor benda filateli bertema kepanduan, baik yang berasal dari Indonesia maupun negara lainnya.  Benda filateli yang disebut SP tersebut adalah amplop yang dibuat khusus untuk menandai suatu peristiwa, dan di bagian kiri depan dicetak gambar dan tulisan tentang peristiwa yang diperingati. Kemudian di bagian kanan atas depan ditempel prangko apa saja yang sesuai tema dan dibubuhi cap pos khusus sesuai peristiwa yang diperingati.

Tanda tangan Ketua Umum PP Hipprada, Prof. Dr. Haryono Suyono (kiri), dan Ketua World Committee ISGF, Mida Rodrigues, di atas SP dengan nomor urut 001/200. (Foto; Indonesia Scout Journalist)
Tanda tangan Ketua Umum PP Hipprada, Prof. Dr. Haryono Suyono (kiri), dan Ketua World Committee ISGF, Mida Rodrigues, di atas SP dengan nomor urut 001/200. (Foto; Indonesia Scout Journalist)
Benda berupa SP terbitan PFI Bali itu dicetak dengan nomor urut yang diterakan di bagian kanan bawah sampul atau amplop tersebut. Mulai dari nomor 001/200 sampai nomor 200/200. Nomor-nomor urut awal, mulai dari 001 sampai 010, merupakan nomor langka yang banyak diburu para kolektor. Ada juga yang mengumpulkan SP dengan nomor-nomor unik, misalnya 013, 050, 077, 088, 100, dan bahkan juga nomor urut terakhir, yang kali ini berarti nomor 200. Jadi bisa dikatakan memiliki SP tersebut merupakan benda filateli yang unik dan langka.

Seorang peserta konferensi, Greg Davies dari Australia, sedang menyaksikan koleksi benda filateli. (Foto: IGN Surya Hadinata)
Seorang peserta konferensi, Greg Davies dari Australia, sedang menyaksikan koleksi benda filateli. (Foto: IGN Surya Hadinata)
Sungguh beruntung bisa mendapatkan SP dengan nomor 001/200 dan 002/200. Kedua SP itu bersama SP bernomor 013/200, berhasil dibubuhi tanda tangan oleh Ketua World Committee ISGF, Mida Rodrigues, dan Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda (Hipprada), Prof. Dr. Haryono Suyono. Hipprada adalah organisasi di Indonesia yang menjadi anggota ISGF.

Sama seperti ISGF, Hipprada ISGF adalah organisasi sebagai wadah bagi orang dewasa di atas 25 tahun yang pernah aktif di kepanduan dan masih tetap ingin hidup berdasarkan prinsip dan nilai-nilai kepanduan.  Di Indonesia, Hipprada bahkan terbuka bagi mereka yang tidak sempat menjadi anggota Pandu atau Pramuka di masa mudanya, tetapi tertarik dengan kegiatan kepanduan. Aktivitas Hipprada dan ISGF lebih pada upaya pemberdayaan masyarakat, membantu masyarakat dan komunitas untuk berkembang ke taraf hidup yang lebih baik.

Ketua PFI Bali, IGN Surya Hadinata (kanan), berfoto bersama di gerai PFI Bali. (Foto: koleksi pribadi)
Ketua PFI Bali, IGN Surya Hadinata (kanan), berfoto bersama di gerai PFI Bali. (Foto: koleksi pribadi)
Bagi Pramuka atau Pandu dan kolektor benda filateli dengan tema kepanduan tentu merupakan kebahagiaan tersendiri mendapatkan SP dari kegiatan konferensi di Bali kali ini. Mereka bisa mendapatkannya di konferensi tersebut, karena di sana terdapat gerai PFI Bali. Selain memamerkan koleksi benda-benda filateli kepanduan, di gerai itu juga dijual SP tersebut dan berbagai benda filateli lainnya dengan tema kepanduan.

Para peserta konferensi berfoto bersama di depan gerai PFI Bali. (Foto: koleksi IGN Surya Hadinata)
Para peserta konferensi berfoto bersama di depan gerai PFI Bali. (Foto: koleksi IGN Surya Hadinata)
Tak heran bila sejak hari pertama, gerai itu telah dipenuhi pengunjung yang ingin menyaksikan pameran koleksi benda filateli maupun membeli SP dan benda-benda filateli lainnya dengan tema kepanduan. Ketua Pfi Bali, IGN Surya Hadinata, yang menjaga langsung gerai itu dengan senang hati memberikan gambaran mengenai koleksi benda filateli tema kepanduan maupun aktivitas Pramuka Pencinta Filateli di Bali, termasuk keberadaan Saka Filateli yang masih merupakan Saka lokal dikembangkan di "Pulau Dewata" ini.