Berty Sinaulan
Berty Sinaulan Penulis dan Pewarta

Pewarta, Pelatih Pembina Pramuka, Arkeolog, Penulis, Peneliti Sejarah Kepanduan, Kolektor Prangko dan Benda Memorabilia Kepanduan, Cosplayer, Penggemar Star Trek (Trekkie/Trekker), Penggemar Petualangan Tintin (Tintiner), Penggemar Superman, Penggemar The Beatles

Selanjutnya

Tutup

Jalan Jalan Artikel Utama

Spiderman Pensiun di Jogja?

27 April 2015   18:51 Diperbarui: 17 Juni 2015   07:37 42 1 3
Spiderman Pensiun di Jogja?
14301349891295542964

[caption id="attachment_363149" align="aligncenter" width="336" caption="Patung Spiderman yang konon pensiun di Yogya, lengkap dengan blangkon dan sarung batiknya. (Foto: koleksi pribadi)"][/caption]

Judul itulah yang membawa banyak penggemar superhero datang ke Yogyakarta (atau oleh warga setempat ditulis dengan Jogjakarta). “Spiderman pensiun di Jogja??” juga membawa seorang Trekkie – sebutan untuk pengemar kisah fiksi ilmiah Star Trek yang sekaligus menyukai kisah-kisah superhero – datang ke tempat itu.

Tapi di dalamnya, bukan hanya bertemu dengan Spiderman menggunakan blangkon dan bersarung batik yang menduduki bantal bola dunia dengan latar belakang kelompok candi-candi di kawasan Candi Prambanan, sekaligus bertemu pula dengan para superhero dari The Avengers. Ada Captain America, Iron Man, Hulk, Thor, dan Black Widow. Maka perwira Starfleet yang baru saja menghadiri pertemuan di Yogyakarta (baca juga: http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2015/04/26/perwira-perwira-star-trek-berkumpul-di-yogya-714524.html), menyempatkan diri foto bersama dengan para superhero dari The Avengers tersebut.




[caption id="attachment_363150" align="aligncenter" width="630" caption="Iron Man, Starfleet officer dari Star Trek, dan Captain America foto bersama. (Foto: koleksi pribadi)"]

1430135082906661392
1430135082906661392
[/caption]

Tempat tersebut memang sedang menjadi salah satu objek wisata baru yang menarik di “Kota Gudeg”. De Arca Statue Art Museum, demikian nama lengkapnya dalam Bahasa Inggris, atau museum patung De Arca. Bila di luar negeri ada museum lilin Madame Tussauds yang terkenal itu, maka Yogyakarta boleh berbangga hati mempunyai De Arca, yang diklaim sebagai wahana wisata museum patung karya anak bangsa yang terbesar dan pertama di Indonesia.

Di dalamnya ditampilkan berbagai patung tokoh-tokoh terkenal di dalam dan luar negeri. Ada patung pahlawan-pahlawan nasional, mulai dari Raden Ajeng Kartini, WR Supratman, Ki Hajar Dewantara, dan lainnya, sampai dua mantan Presiden Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Ada juga pemimpin-pemimpin dunia, mulai dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Ratu Elizabeth II dari Inggris, Yasser Arafat pemimpin Palestina, sampai tokoh antagonis Hitler dengan seragam tentaranya.

Di sisi lain ada bintang film India, Shah Rukh Khan, serta bintang film laga, Jackie Chan, dan Rambo yang diperankan Sylvester Stallone. Ada juga Albert Einstein yang terkenal dengan teori relativitasnya, lalu para tokoh perdamaian, seperti pemimpin umat Katholik sedunia Paus, Dalai Lama, Mother Theresa, dan Mathama Gandhi.

Museum yang terletak di XT Square di Jalan Veteran Yogyakarta ini memang layak dikunjungi. Tiket masuk ke tempat ini adalah sebesar Rp 50.000 untuk orang dewasa, namun bila sekaligus masuk ke Museum 3D yang letaknya bersebelahan dan dikelola oleh pihak yang sama, harga masuk kedua museum itu hanya Rp 75.000.

Sementara tiket masuk ke Museum 3D sendiri adalah sebesar Rp 35.000. Sama seperti Museum De Arca, Museum 3D juga amat menarik, karena pengunjung bisa berfoto di berbagai tempat seolah-olah di tempat aslinya. Sekadar informasi tambahan, kedua museum itu buka setiap hari antara pukul 10.00 sampai 22.00 WIB.

Khusus untuk Museum De Arca, kabarnya pada Mei dan Juni akan ada penambahan patung-patung baru dari sejumlah tokoh di berbagai bidang. Mungkin menarik pula bila pihak museum bisa ikut menampilkan patung Sri Sultan Hamengku Buwono IX, tokoh penting dalam sejarah Yogyakarta yang pernah menjadi menteri dan Wakil Presiden RI selain dikenal pula sebagai “Bapak Pramuka Indonesia”.

Untuk tokoh seniman, di tempat itu sudah ada pelukis terkenal Affandi yang ada pula museumnya di Yogyakarta. Namun mungkin bisa ditambahkan beberapa seniman dan budayawan Indonesia lainnya yang juga terkenal namanya sampai ke mancanegara, seperti Umar Kayam, Bagong Kusudiardjo, dan Romo Mangunwijaya.

Secara keseluruhan, tidak rugi datang ke Museum De Arca. Kalau pun ada usulan lain, sebaiknya untuk membungkus alas kaki para pengunjung tidak menggunakan plastik kresek yang hanya bisa dipakai 2-3 kali lalu dibuang, tetapi menggunakan pembungkus kain yang bisa dicuci dan dipakai berkali-kali. Sekaligus membantu mengurangi penggunaan plastik yang tak perlu.

Jadi tunggu apa lagi, ayo ke Museum De Arca dan juga Museum 3D di Yogyakarta.