Mohon tunggu...
Berry Salam
Berry Salam Mohon Tunggu... penulis

meluruskan dan mencerahkan

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara Pilihan

Kambing Hitam Hingga Pembunuhan Karakter Demi Setampuk Ambisi

17 Juni 2019   09:49 Diperbarui: 17 Juni 2019   10:13 0 0 0 Mohon Tunggu...

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, kubu capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi sudah dinyatakan kalah melalui putusan hasil rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Penolakan hasil rekapitulasi suara oleh KPU atas kemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf ke Mahkamah Konstitusi (MK) juga dilakukan setengah hati oleh kubu 02. Alih-alih membuktikan kecurangan suara yang digembar-gemborkan pasca pemilu, kubu 02 hari ini malah sibuk mencari kambing hitam atas kekalahannya dan patut diduga melakukan upaya pembunuhan karakter kepada salah satu partai koalisinya.

Partai Demokrat adalah pihak pertama yang dijadikan kambing hitam atas kekalahan pasangan Prabowo-Sandi. Hal itu dibuktikan dengan serangan membabi buta yang dilakukan kader-kader Gerindra kepada Demokrat, sepeti Arief Puyouno dan Andre Rosiade yang gemar membuat gaduh. 

Serangan tidak hanya menjurus kepada institusional partai, tapi juga menyerang pribadi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, dan Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Selain itu menyerang pribadi top leader Demokart, pelemahan-pelemahan kepada partai berlambang mercy merah putih ini juga dilakukan dari dalam melalui Max Sopacua yang dikenal sebagai loyalis Anas Urbaningrum. Upaya-upaya pelemahan kepada Demokrat ini senada dengan pengakuan wartawan investigasi AS Allan Nairn yang membongkar isi rapat  lingkaran 'satu' Prabowo.

Allan Nairn dalam keterangannya dalam blog pribadinya allannairn.org memaparkan, rapat tersebut dihadiri sejumlah purnawirawan TNI, seperti Letjen TNI (purn) Yohannes Suryo Prabowo, Letnan Jenderal TNI (purn) Yunus Yosflah (Wakil Ketua Dewan Penasihat), Laksamanana TNI (purn) Tedjo Edhy Purdijanto (Wakil Ketua Dewan Penasihat), Mayjen (purn) Glenny Kairupan (Direktur Penggalangan) dan lainnya.

Selain purnawirawan tersebut, rapat juga dihadiri oleh petinggi partai dan aktivis seperti Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon dan Arief Puyouno. Salah satu poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut adalah upaya pelemahan terhadap partai koalisi 02. Target sasaran dari pelemahan ini adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat. Strategi ini menurut Allan Nairn dilakukan sebagai upaya menguatkan dominasi Partai Gerindra.

Kenapa Partai Demokrat menjadi sasaran pertama untuk dilemahkan? Publik pasti mahfum, Partai Demokrat adalah satu-satunya partai yang mempunyai pengalaman lebih dalam mengelola negara. 10 tahun SBY menjadi kepala pemerintahan adalah modal besar bagi Partai Demokrat dilirik oleh petahana. 

Partai Demokrat juga satu-satunya parpol di koalisi 02 yang mempunyai rising star bernama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Selain itu, hubungan petahana dengan Partai Demokrat dan SBY khususnya dianggap akan mengurangi nilai tawar Gerindra di mata pemerintahan mendatang.

Bagi Partai Demokrat, tidak istilah 'pemenang mengambil semua'. Budaya politik Indonesia cenderung mengarah pada 'pemenang merangkul semua'. Itulah yang dilakukan Partai Demokrat selama 10 tahun SBY memimpin menjadi kepala negara dan 5 tahun menjadi partai penyeimbang setalah tak lagi berkuasa.

Sejatinya, pesta demokrasi bukanlah ajang pertaruhan berebut kekuasaan sehingga harus saling bunuh, saling tikam dan saling menjatuhkan. Pesta demokrasi adalah suatu konsensus dalam mencari pemimpin yang terbaik dari yang terbaik. Jadi tak elok, jika pesta yang seharusnya mengembirakan bagi semua pihak harus dibumbui dengan pembunuhan karakter demi bisa dilihat sebagai yang paling hebat.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x