Mohon tunggu...
Berry Salam
Berry Salam Mohon Tunggu... penulis

meluruskan dan mencerahkan

Selanjutnya

Tutup

Kandidat

Terjawab Sudah, AHY Layak Diperhitungkan di Pilpres 2019

24 Juli 2018   09:09 Diperbarui: 30 Juli 2018   21:35 0 0 0 Mohon Tunggu...

Narasi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) "anak ingusan" atau "anak kecil" terjawab sudah. Pernyataan tersebut dijawab Prabowo Subianto dengan tegas. Calon Presiden dari Gerindra ini mengatakan Ketua Kogasma Partai Demokrat tersebut mempunyai kapasitas dan kapabilitas dalam memimpin negeri ini.

Dalam sisi karir militer, Prabowo memuji anak sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Beberapa penghargaan terbaik dalam dunia militer diraihnya, seperti penghargaan Satya Lencana Kesetian, penghargaan Satya Lencana Dharma Nusa, penghargaan Satya Lencana Santi Dharma, dan Medali PBB dari pemerintah Lebanon.

Dalam sisi akademik non kemiliteranpun AHY merupakan lulusan dari Harvard University. Harvard merupakan salah satu kampus terbaik yang ada di dunia ini. Kampus berusia ratusan tahun tersebut menjadi almamater bagi berbagai tokoh dunia. Bahkan Harvard menjadi kampus nomor satu terbaik versi Times Higher Education (THE) 2016.

Adapun tokoh dunia yang aktif dibidang politik dan pernah mengenyam pendidikan di Harvard antara lain seperti TheodoreRoosevelt (Presiden Amerika ke 26), Franklin DelanoRoosevelt (Presiden Amerika ke 32), John F. Kennedy (Presiden Amerika ke 35), dan Barrack Obama (Presiden Amerika ke 44). Untuk di dalam negeri, lulusan Harvard sejauh ini hanya berada di tataran menteri, seperti Gita Wirjawan di masa pemerintahan SBY dan Thomas Trikasih Limbong di Kabinet Kerja Jokowi.

Keraguan terhadap AHY sebagai "anak ingusan" terjawab sudah. Keraguan tersebut hanya muncul dari ketakutan generasi baby boomers yang merasa terganggu eksistensinya oleh generasi baru. Ketakutan itu semakin nyata melihat elektabilitas AHY yang kian hari semakin meningkat.

Dalam kurun waktu satu tahun belakang, elektabiltas AHY yang dikatakan anak ingusan  tersebut meningkat signifikan. Ini bukan kata satu atau dua lembaga survei. Bisa dikatakan, hampir semua lembaga survei sepakat dengan hal tersebut.

Jika ditelusuri lebih jauh, alasan dibalik naiknya elektabiltas AHY tersebut adalah karena Ketua Kogasma tersebut sukses membentuk poros kerakyatan. Dalam satu tahun belakangan, AHY rajin menyambangi masyarakat di seantaro negeri untuk menggali permasalahan dasar yang dirasakan rakyat Indonesia.

Langkah AHY tersebut hampir sama dengan yang dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2004. Dimana saat itu SBY maju menjadi calon presiden menantang petahana, Megawati Soekarnoputri. SBY yang awalnya diremehkan akan memenangkan kursi RI 1 berhasil membuktikan kepantasannya. Koalisi kerakyatan yang dibangunnya sukses mengantarkannya menjadi Presiden RI ke 6.

Harapan Indonesia akan lebih baik kedepannya menjadi harapan semua rakyat Indonesia. Marilah kita bangun suasana politik yang aman tanpa saling merendahkan agar masyarakatpun menjadi tenang. Jika hendak menjadi terang, jangan matikan pelita orang lain.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x