Mohon tunggu...
Berric Dondarrion
Berric Dondarrion Mohon Tunggu...
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

House Baratheon of Storm's End

Selanjutnya

Tutup

Politik

Kapan Jokowi Berhenti Mengumbar Bohong?

18 Juni 2014   16:45 Diperbarui: 20 Juni 2015   03:16 562 5 10 Mohon Tunggu...

Dalam sebuah silaturahmi di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Jawa Barat pada hari Kamis 12 Juni 2014, Jokowi mengatakan bahwa ketika ada berita mengenai kasus Bus TransJakarta dia segera mencopot kepala dinas (Udar Pristono), dan kemudian dokumen yang ada diberikan kepada KPK. Tidak beberapa lama kemudian Juru Bicara KPK, Johan Budi menegaskan bahwa Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta tidak pernah melaporkan kasus TransJakarta kepada KPK. Artinya? Jokowi telah menyampaikan keterangan yang dia ketahui berbeda dari fakta sebenarnya alias Jokowi berbohong.

http://m.okezone.com/read/2014/06/17/500/1000356/kpk-jokowi-tak-pernah-laporkan-kasus-bus-transjakarta

Pernyataan tidak sesuai fakta oleh Jokowi di atas adalah bukan yang pertama kali dilakukan Jokowi dan dapat dipastikan tidak akan menjadi yang terakhir. Pada awal menjabat sebagai Walikota Solo misalnya, Jokowi mengaku memiliki ayah tukang kayu miskin berumah di pinggiran kali dan pernah tiga kali digusur pemerintah Solo, tapi fakta yang sebenarnya adalah ayah Jokowi adalah seorang pengusaha kayu kaya raya dan kakek Jokowi adalah seorang lurah sekaligus juragan tanah, sehingga Jokowi dapat dipastikan tidak pernah miskin apalagi tinggal di bantaran kali, sebagai buktinya Jokowi bisa dua kali ganti motor pada masa motor adalah kendaraan mewah.

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/05/25/269580144/Saat-SMA-Jokowi-Dua-Kali-Ganti-Motor

http://pemilu.sindonews.com/read/2014/05/28/113/867760/ssst-ini-rahasia-keluarga-jokowi

Begitu juga dengan kasus Masjid-Gate misalnya, sudah jelas Juru Bicara PDIP Eva Sundari adalah yang memberi perintah untuk menyebar intel dan merekam khotbah khatib seluruh Indonesia, tapi Jokowi malah berani berbohong dan memfitnah kubu Prabowo-Hatta menzolimi Jokowi terkait isu inteli masjid. Bukan itu saja Jokowi mengatakan bahwa kubu Prabowo-Hatta melakukan kampanye hitam di Masjid, tapi pada faktanya justru kubu mereka yang melakukan kampanye hitam di Gereja.

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/05/31/269581442/PDIP-Bantah-Instruksikan-Awasi-Khutbah-di-Masjid

http://www.antaranews.com/berita/436826/jokowi-jk-tak-ada-niat-awasi-tempat-ibadah

http://m.kompasiana.com/post/read/662956/1/kubu-jokowi-jk-kampanye-hitam-di-gereja.html

Mari kita ingat kebohongan apalagi yang pernah dilakukan oleh Jokowi, terdapat kebohongan bahwa dia akan konsentrasi di Jakarta dan tidak terpengaruh dengan isu pencapresan dirinya yang dibuat di rumah Megawati bulan Desember 2012. Pernyataan ini terhitung bohong dan bukan ingkar janji karena menurut keterangan mantan timsesnya, Nanik S. Deyang, justru Jokowi sudah ngebet menjadi Presiden Republik Indonesia sejak bulan Desember 2012!

Jokowi juga berani berbohong dalam debat capres yang disiarkan ke seluruh Indonesia, misalnya dalam debat perdana di mana Jokowi menyatakan bahwa warga Waduk Pluit bersedia direlokasi karena dilibatkan dalam dialog dan segera pernyataan ini dibantah oleh Juru Bicara Paguyubab Warga Taman Burung Pluit, Baharuddin sebagai berikut ini:

”Pernyataan Jokowi di acara debat tadi malam bohong. Kami sebagai warga waduk Pluit tidak pernah ada dialog. Bahkan sampai sekarang pun, masih ada ratusan kepala keluarga yang tidak dapat tempat penampungan, apalagi dapat ganti rugi. Kami pun sudah melayangkan surat kepada Gubernur DKI, Jokowi, namun tidak ada tanggapan sama sekali sampai sekarang,”

http://portalpolitik.com/index.php/politik/item/1086-warga-waduk-pluit-tuding-jokowi-berbohong-di-debat-capres-perdana

Pernyataan Baharrudin tersebut terbukti bila kita melihat kejadian penggusuran paksa terhadap warga Waduk Pluit oleh Pemprov DKI Jakarta atas perintah Jokowi yang terjadi pada bulan Mei 2013 dan Desember 2013 dan dinyatakan oleh Komnas HAM, PBHI dan LBH Jakarta sebagai bentuk pelanggaran hak asasi. Febi Yonesta, Ketua LBH Jakarta bahkan menyatakan bahwa Jokowi telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang berat (gross violation of human rights).

Kebohongan yang pernah dilakukan Jokowi tentu masih sangat banyak dan tidak mengherankan bila dengan semua kebiasaan berbohong tersebut muncul karikatur Jokowi sebagai pinokio berhidung panjang (http://surabaya.bisnis.com/m/read/20140402/25/69997/lsi-sebut-ada-karikatur-jokowi-pinokio-berhidung-panjang-karena-berbohong; http://m.okezone.com/read/2014/04/02/567/964282/peneliti-lsi-ingkar-janji-jokowi-seperti-pinokio).

Secara kebetulan, Pinokio adalah boneka kayu yang hidungnya akan memanjang bila berbohong dan karakter ini sungguh cocok dengan Jokowi karena dia adalah capres petugas partai alias boneka; dan dia juga suka berbohong. Nah, dalam cerita Pinokio berhenti menjadi boneka dan berubah menjadi manusia ketika dia menyadari berbohong adalah perbuatan buruk. Pertanyaan kita tentu kapan Jokowi si capres petugas partai akan berhenti berbohong dan menyadari berbohong adalah perbuatan yang sangat buruk?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x