Mohon tunggu...
Bernardinus EliasTan
Bernardinus EliasTan Mohon Tunggu... Pemula

Seorang mahasiswa PGSD semester akhir yang juga sekaligus sebagai supir.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Perpisahan dengan Teman Terbaik (Part 7)

20 Desember 2018   11:11 Diperbarui: 20 Desember 2018   11:12 153 0 0 Mohon Tunggu...

"Cuit..., cuit..., cuit..."

Kicauan burung yang terdengar merdu di pagi hari. Menandakan matahari pagi mulai muncul ke permukaan setelah bersembunyi dibalik awan sepanjang malam. Robi segera bangun dan bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.

Hari itu di mulai dengan sebuah senyuman yang manis, terukir indah di wajah Robi dan itu semua menandakan bahwa lembaran baru telah di mulai. Perjuangan berat dan besar yang harus dijalani dan dihadapi dengan penuh perasaan dan keringat. Robi bersama-sama dengan teman satu kelasnya memulai dengan saling berkenalan satu sama lain dengan semua dosen yang mengampuh mata kuliah pada semester itu.

Hari pertama perkuliahan, semua berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya. Semua orang yang berada di dalam ruangan itu terlihat sangat antusias untuk mengikuti perkuliahan. Entah apa yang terlintas dalam pikiran Robi, karena ada sedikit kejanggalan terlihat pada wajah Robi yang kasat mata terlihat senyum-senyum bahagia. Setelah ditelusuri, ternyata Robi menyesal karena tidak satu kelas dengan teman baiknya pada semester lalu.

Tanpa pikir panjang Robi mengambil kertas dan pulpen, lalu mulai menggoreskan ujung pulpen tersebut ke atas kertas. Kata demi kata, dituliskan dengan penuh perasaan oleh Robi, rasa sedih bercampur bahagia di ungkapkan di dalam tulisan itu.

Tak lama berselang, selesailah tulisan yang di buat oleh Robi. Sebuah puisi yang menceritakan perjalanan panjang dari persahabatan yang telah di buat oleh dirinya bersaa dengan seorang teman, yang begitu mengerti dan memahami apa arti sahabat seutuhnya.

Tetesan air mata mengalir membasahi pipi Robi, menandakan betapa sedihnya perpisahan ini, biar pun bersebelahan ruangan. Biar begitu, hanya kata "semangat" yang lebih cocok untuk menemani dan mambasuh kesedihan Robi.

Waktu terus berlalu, tanpa terasa sudah mencapai akhir pertemuan perkuliahan hari itu. Robi langsung pergi meninggalkan ruangan, menuju kantin untuk sekedar melepas penat sambil minum secangkir kopi. Tiba-tiba dari arah belakang ada gerakan tangan yang begitu cepat dan menutup mata Robi dengan segera.

"Wusshh...."

"Siapa kamu..?"

"Coba kamu tebak"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
20 Desember 2018