Mohon tunggu...
Berliana  Wusqo
Berliana Wusqo Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Bismillah berusaha dan terus berusaha

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Yuk Kenali Tahapan Perkembangan Sosial-Emosinal Anak Usia Dini

21 September 2021   16:16 Diperbarui: 21 September 2021   17:14 77 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Yuk Kenali Tahapan Perkembangan Sosial-Emosinal Anak Usia Dini
Sumber: inf.news

Anak usia dini berada pada masa keemasan di sepanjang rentang usia perkembangan manusia. Pada masa ini, petumbuhan dan perkembangan anak dalam berbagai aspek sedang mengalami pekembangan yang sangat pesat. Dalam proses tumbuh kembang seorang anak, selain memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan fisiknya, penting juga bagi orang tua untuk memperhatikan perkembangan kemampuan sosial emosional mereka, Perkembangan sosial emosional ini merupakan salah satu aspek perkembangan yang sangat penting bagi setiap anak karena merupakan salah satu faktor penentu kesuksesannya di masa depan.

Apa sih yang dimaksud dengan sosial emosional anak usia dini? Sosial emosional anak usia dini adalah kemampuan anak dalam mengelola dan mengekspresikan emosi secara lengkap baik emosi positif maupun negatif (amalia 2016). Anak mampu berientraksi  dengan teman sebayanya atau orang dewasa sekitarnya secara aktif belajar dengan mengesplorasi lingkungannya. Perkembangan sosial emosional erat kaitannya dengan interaksi, baik dengan sesama atau benda-benda lainnya. Jika interaksinya tidak baik, maka pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi tidak optimal.

Berdasar hal itu, perkembangan emosi anak perlu mendapatkan perhatian yang lebih, terutama dari keluarga dan orang tua. Karena kondisi emosi seorang anak akan berdampak kepada penyesuaian kepribadi dan lingkungan sosialnya.Berpijak dari itu, keluarga mempunyai peranan yang utama dan pertama. Karena pendidikan emosi anak dimulai dari sini. Orang tua yang terampil dalam memberikan pendidikan emosi kepada anak, supaya mampu bergaul dengan baik. Keluarga sebagai tempat belajar anak, mempunyai peranan yang sangat strategis dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional mereka. Karena pengalaman sosial awal yaitu adalah keluarga, yang dimulai pada masa kanak-kanak akan menetap pada diri seseorang dan mempengaruhi kehidupan orang tersebut.

Tiga tahapan besar perkembangan emosional anak Ketika seorang anak di usia sangat dini, mereka mengalami banyak perubahan seperti contohnya mengesot, merangkak lalu berjalan dan berbicara. Mengembangkan hubungan sosial emosional merupakan tonggak penting  bagi anak-anak. Emosional anak berbeda-beda tentu saja unik-unik dari setiap anak. Jadi penting untuk di ingat bulan-bulan tahapan perkembangan emosional mereka. Berikut adalah tahapan perkembangan sosial emosional AUD

  1. Tahapan 1-6 bulan pertama ketika seorang anak baru di lahirkan, emosional mereka  belum berkembang mereka hanya  dapat menunjukkan kesusahan dengan menangis, mereka tidak bisa memberikan tanggapan lain yang lebih .
  2. Pada usia 1 bulan bayi banyak menangis  ketika mereka  merasakan lapar, lelah atau menginginkan perhatian meraka akan menunjukkannya dengan menangis
  3. Pada usia 2 bulan mereka mulai menunjukkan apakah mereka menyukai sesuatu atau tidak  dengan cara menunjukkan kegembiraan pada mainan,  mereka juga mulai menunjukkan senyum dan mereka mulai menyadari bahwa dengan mereka tersenyum meraka lebih banyak edapatkan perhatian
  4. Pada usia 3 bulan bayi mulai mengenali dan menunjukkan kegembiraan dan bahkan mungkin sudan merasakan  kebosanan, telah menunjukkan rangsangan yang sama. Dan mereka mungkin mulai menunjukkan rasa frustasi jika tidak di perhatikan.
  5. Pada usia 4 bulan bayi mulai tertawa, dan pada umur 4 bulan ini juga bayi sudah mulai bisa menunjukkan kemarahan mereka mungkin berpaling dari sesuatu yang mereka tidak sukai.
  6. Pada usia 6 bulan bayi sudah menandingi emosi orang lain seperti  tersenyum ketika ibu mereka melakukan ketakutan dan kemarahan .
  7. Pada usia 7 bulan seorang anak mulai menunjukkan rasa takut, kemarahan dan pembangkangan dan bahkan sudan mempunyai rasa malu.
  8. Pada usia 8 bulan bayi lebih baik dalam mengidentifikasi emosi dan sebagai hasilnya dapat mengalami emosi yang campur aduk sehinggasehingga di umur ini bayi membangkakng lebih banyak kepribadian.
  9. Pada usia 9 bulan bayi akan mencari orang lain untuk mencari kenyamanan sesaat . dan pada usia ini bayi juga sudah bisa mengenali diri mereka sendiri di cermin.
  10. Pada usia 10 bulan bayi akan menunjukkan emosi positif yang jauh lebih ekstrim, mereka akan menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, mereka juga menguji hal-hal terjangkau item yang menarik pada mereka.
  11. Pada usia 11 bulan perbedaan individu dalam emosi anak-anak akan menjadi jelas, bahkan pada umur ini anak bersih keras untuk makan sendiri.
  12. Setela 12 tahun (1thn) pertana anak-anak dapat menampilkan emosi yang kompleks misalnya mereka mungkin mulai menunjukkan tanda-tanda kecemburuan, beberapa hal positif dapat berkembang pada anak-anak. Pada usia ini sering tersenyum dan tertawa atas perilaku  yang mereka lakukan sendiri.
  13. Pada usia 15 bulan anak-anak sudah mulai menunjukkan rasa peduli terhadap anak-anak sebayanya  dan menunjukkan prefensi untuk pakaian tertentu. Mereka menunjukkan apa yang mereka sukai dan apa yang mereka tidak sukai, dan akan menunjukkan rasa frustasi jika seorang anak bermain kotor dengan mereka.
  14. Pada usia 18 bulan anak-anak dapat membuat ulah, mereka juga mulai menunjukkan tanda-tanda rasa malu ketika mereka melakukan sesuatu yang salah. Perkembangan lucu lainnya adalah mereka menunjukkan prefensi yang kuat terhadap barang yang menenangkan seperti selimut.
  15. Pada usia 21 bulan anak --anak akan berusaha mengendalikan emosi dan situasi negative.
  16. Pada usia 24 bulan anak-anak mulai mempunyai rasa kecewa dengan apa yang mereka impikan, mereka juga dapat merespons emosi orang lain sepenuhnya, mereka juga mulai mengindentifikasi jenis klamin mereka nama depan mereka.

Perkembangan sosial emosional pada anak usia dini sangatlah penting untuk dikembangkan karena kemampuan anak dalam mengelola emosi dan berinteraksi sosial dengan orang lain sangat dibutuhkan ketika anak memasuki lingkungan di sekitarnya. Tanpa kemampuan mengelola emosi dan kemampuan melakukan interaksi sosial yang baik, anak akan kesulitanuntuk beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Kemampuan ini juga akan membantu anak untuk menemukan jati diri dan peran anak dalam kehidupan nyata.

Mohon tunggu...
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan