Mohon tunggu...
Martha Weda
Martha Weda Mohon Tunggu... Freelancer - Mamanya si Ganteng

Nomine BEST In OPINION Kompasiana Awards 2022, 2023. Salah satu narasumber dalam "Kata Netizen" KompasTV, Juni 2021

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Ini Sebabnya Ada Orang-orang Senang Berkata-kata Kotor

26 November 2022   17:46 Diperbarui: 26 November 2022   18:25 413
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi (SHUTTERSTOCK via Kompas.com)

Saya senang bergaul dengan siapapun. Saya juga suka berinteraksi dengan siapa saja, selama orang tersebut berada dalam koridor yang sudah saya tentukan sejak semula, berada dalam garis-garis batas toleransi yang sudah saya tarik sedari awal.

Dengan demikian, bila ada seorang yang saya kenal, dan kemudian saya tahu dia melakukan hal-hal di luar batas toleransi saya, maka saya akan menarik diri menjauhi orang tersebut.

Misalnya saja, seorang wanita yang baru saya kenal ternyata adalah seorang yang menganut gaya hidup bebas, maka saya akan membatasi diri bergaul dengannya. 

Atau, ketika seorang wanita yang baru saya kenal ternyata adalah seorang yang senang gibah, maka saya juga akan bergaul seperlunya dengan wanita ini. Paling banter saya hanya akan say hello dan basa-basi ala kadarnya.

Bukan hanya dengan wanita saya melakukan demikian, terlebih dengan lawan jenis. Ketika gadis dulu, saya sangat selektif bergaul.

Saya hanya akan bergaul lebih dekat dengan laki-laki yang hidupnya nggak neko-neko. Yang pasti, bukan penggemar kehidupan malam, bukan penganut gaya hidup bebas, dan yang isi otaknya "bersih".

Kalau ada isi otak yang bersih, berarti ada isi otak yang kotor dong ya? Tentu saja. Otak yang kotor bukan berarti otak yang tidak pernah diccuci pakai detergen atau yang tidak pernah dibawa ke laudry ya...

Seseorang dikatakan memiliki otak yang kotor adalah ketika perkataan yang keluar dari mulutnya seringkali adalah perkataan-perkataan yang kotor, tidak sopan, tidak senonoh, dan selalu berbau cabul.

Orang-orang yang berotak kotor, memiliki ciri-ciri diantaranya akan mengaitkan segala sesuatu dengan hal-hal cabul. Misalnya, kita mungkin pernah melihat atau mendengar orang akan tertawa-tawa hanya karena mendengar satu kata seperti "pisang", "sosis", "susu","panjang", atau "becek".

Bukan hanya tertawa-tawa, orang berotak kotor ini bahkan bisa mengulik berpanjang lebar, saling bersahut-sahutan hanya untuk membahas kata-kata di atas, yang sebenarnya hanya kata-kata biasa di dalam pikiran orang-orang yang berotak bersih dan waras.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun