Mohon tunggu...
Martha Weda
Martha Weda Mohon Tunggu... Freelancer - Mamanya si Ganteng

Nomine BEST In OPINION Kompasiana Awards 2022, 2023. Salah satu narasumber dalam "Kata Netizen" KompasTV, Juni 2021

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Bersyukurlah Menjadi Bagian dari Generasi "Sandwich"

5 Desember 2020   13:03 Diperbarui: 6 Desember 2020   06:44 680
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi generasi sandwich (Sumber : Shutterstock via Kompas.com)

Hidup ini sesungguhnya bergantung pada "kacamata" kita. Bila kacamata kita hitam pekat, maka hitamlah yang kita lihat. Tetapi bila kacamata kita putih, putih pula yang nampak di mata kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menentukan kacamata apa yang akan kita gunakan.

Jadi, alangkah baiknya bila kita memandang generasi sandwich ini dari sisi positifnya saja. Bila pun ada hal negatif di dalamnya, ada baiknya kita belajar untuk meminimalkan akibatnya.

Menjadi pribadi yang murah hati

Menjadi generasi sandwich, menuntut kita untuk selalu berbagi. Apabila hal baik ini terus-menerus kita lakukan, tentu akan membawa dampak positif pula pada diri kita. Hal ini akan menuntun dan membentuk kita menjadi pribadi yang murah hati, tidak pelit, dan tidak menyimpan rejeki hanya untuk diri sendiri.

Melalui berbagi, kita pun belajar bahwa hidup ini bukanlah melulu tentang diri sendiri. Hidup ini adalah tentang bagaimana kita berbagi kasih dan menebar kebaikan.

Memberi merupakan wujud cinta kasih kita kepada orang lain. Cinta kasih tak cukup dengan kata-kata semata. Cinta kasih sebaiknya disertai dengan perbuatan sebagai bukti nyata. Karena kasih tanpa diiringi perbuatan hanyalah gombalan dan omong-kosong semata.

Selalu bersyukur

Selalu berbagi juga akan menjadikan kita pribadi yang selalu tahu bersyukur. Bahwa paling tidak, kita masih diberi kelebihan rejeki hingga bisa berbagai untuk orang-orang yang kita kasihi dan saudara-saudara kita yang masih kekurangan. 

Hal ini menjadikan kita tak henti beryukur bisa menjadi saluran yang mengalirkan rejeki pada orang lain.

Memiliki kepekaan atau berempati pada kesusahan orang lain

Dengan rajin memberi dan berbagi, kita dilatih untuk memiliki kepekaan yang tinggi atau berempati pada kesusahan orang lain. Begitu melihat atau mendengar ada saudara atau teman yang sedang kesusahan, hati kita seperti tergerak untuk segera menolong.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun