Politik

Kehadiran PSI pada Pemilu 2019 Diharapkan Mampu Mendongkrak Nilai "Solidaritas" di Indonesia

6 Maret 2018   18:24 Diperbarui: 6 Maret 2018   20:09 102 0 0

Euforia politik akan kembali dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Sebentar lagi, masyarakat Indonesia akan melakukan Pemilu dan Pilkada pada tahun 2019 mendatang. Persiapan mulai dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum menjelang Pemilu, diantaranya dengan menetapkan partai-partai yang masuk di Pemilu 2019.  

Dilansir dari kompas.com, KPU telah menetapkan 14 peserta Pemilu 2019. Keempat belas partai tersebut dianggap telah memenuhi syarat administrasi dan verifikasi faktual nasional. Partai politik yang lolos diantaranya:

  1. Partai Amanat Nasional
  2. Partai Berkarya
  3. PDI Perjuangan
  4. Partai Demokrat
  5. Partai Gerindra
  6. Partai Gerakan Perubahan Indonesia
  7. Partai Golkar
  8. Partai Hanura
  9. Partai Keadilan Sejahtera
  10. Partai Kebangkitan Bangsa
  11. Partai Nasional Demokrat
  12. Partai Persatuan Indonesia
  13. Partai Persatuan Pembangunan
  14. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Selain keempat belas partai di atas, Partai Bulan Bintang (PBB) akhirnya juga lolos masuk sebagai peserta Pemilu 2019. (sumber: tempo.co).

Hal yang menarik adalah terdapat 4 partai pendatang baru di kancah politik yang masuk sebagai peserta Pemilu 2019. Empat partai baru tersebut adalah Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Berkarya, Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Pada artikel kali ini, penulis ingin membahas satu dari empat partai pendatang baru di Pemilu 2019 nanti, yaitu Partai Solidaritas Indonesia atau PSI.

 Siapakah PSI?

Dilansir dari psi.id, Partai Solidaritas Indonesia mendefinisikan diri mereka sebagai:

"Partai Solidaritas Indonesia atau disingkat PSI adalah partai politik baru. Partai yang membawa identitas DNA: kebajikan dan keragaman. PSI berpijak pada kesadaran, bahwa politik sejatinya adalah hal yang baik. Meski kini, kata "baik" dan "politik" lebih sering bersimpang jalan. PSI hadir untuk mendekatkan kembali politik kepada kebajikan."

PSI adalah partai yang baru berdiri pada tahun 2014. PSI merupakan partai yang terbuka pada kaum muda. Partai ini sangat ingin melihat respon dan gerakan aktif kaum muda di bidang politik. PSI melakukan pendekatan di berbagai sosial media, dan memunculkan hashtagyang unik, seperti #KepoinPilkada pada saat Pilkada Desember 2015 lalu.

Selain itu, ada beberapa kebijakan yang sedikit berbeda dengan partai lain, diantaranya, PSI menetapkan 30% anggotanya adalah perempuan. Kemudian, PSI juga memiliki batasan umur bagi anggotanya, yaitu maksimal 45 tahun. Saat ini memang pengurusnya terdiri dari umur 20-30 tahun.

4 Nilai PSI

1. Kebajikan.

PSI memandang bahwa politik adalah kebajikan, sumber kebaikan bagi kepentingan orang banyak. Demokrasi meletakkan peran sentral partai politik sebagai institusi yang bertugas mendengar dan menyalurkan aspirasi rakyat, termasuk menjadi rahim yang melahirkan pemimpin-pemimpin masyarakat. Karenanya, seluruh orientasi dan kerja politik PSI difokuskan untuk menggagas dan memutuskan kebijakan-kebijakan publik yang membawa kebaikan bagi rakyat.

2. Keragaman.

PSI berupaya mengukuhkan prinsip keragaman sebagai sumber kekuatan Indonesia. Di dalam keberagaman, nilai-nilai solidaritas yang merekatkan warga tidak hanya berbentuk ikatan emosional ke dalam kelompok sendiri yang bersumber dari kesamaan agama, etnik, bahasa dan pengalaman sejarah. Lebih dari itu, perekat solidaritas adalah rasa saling ketergantungan ke luar yang menjembatani hubungan setara antar-kelompok, antar-agama, antar-etnik dan antar-bahasa.

3. Keterbukaan.

PSI menjunjung tinggi nilai-nilai keterbukaan, baik dalam hal berhubungan dengan dunia luar maupun keterbukaan dalam tata laksana pemerintahan. Keterbukaan adalah prinsip utama yang memungkinkan Indonesia menjadi warga dunia yang setara dan sama-sama berkontribusi terhadap kemakmuran dan perdamaian dunia. Keterbukaan memungkinkan Indonesia mampu bekerjasama dan saling belajar dengan bangsa-bangsa lain dan sekaligus memberi tempat untuk terus melakukan kritik dan pembaruan. Nilai keterbukaan juga akan melandasi perjuangan PSI dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam tata-kelola pemerintahan.

4.Meritokrasi.

Perjuangan PSI juga didasari oleh nilai-nilai meritokrasi. PSI akan berupaya mewujudkan kondisi yang memungkinkan setiap orang dapat mencapai dan memperoleh sesuatu sesuai dengan kemampuan dan usahanya. Nilai meritokrasi menghargai kinerja dan memberi kesempatan yang adil bagi setiap orang untuk bekerja kerjas mencapai kemungkinan yang tak terhingga. Penerapan nilai-nilai meritokrasi di dalam urusan publik akan membebaskan kita dari jerat korupsi, kolusi dan nepotisme.

Harapan untuk PSI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2