Arham Wiratama
Arham Wiratama

Burung kenari yang lupa nyanyiannya sendiri.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi │Biji Jiwa

12 Juli 2018   14:32 Diperbarui: 12 Juli 2018   14:45 204 0 0

Hidup adalah proses tumbuh dan berkembang. Biji kurma ditanam untuk berbuah. Manusia lahir untuk mengembangkan biji jiwanya agar menumbuhkan daun kedamaian, ranting persahabatan, dan batang persatuan di mana setiap cabang berasal dari yang satu.

Pemusik menumbuhkan keilahian ruhnya dengan cara menekan barisan nada di dawai-dawai biola, rebab, harpa, atau meniup dengan seluruh rasa dengan instrumen cinta yang dilemparkannya napas-napas kehidupan lewat bibirnya yang basah.

Pandai besi mempertebal rohaninya dengan cara menempa berlian pada sukma yang ada di dalam dirinya ditambah semburan api panas dan godaman palu kebenaran agar semua elemen kutuhanan utuh dalam sebilah ruh di dalam tubuhnya.

Para tukang membangun rumah keabadian di kedalaman dirinya agar sanggup berdiri megah sebuah bangunan jiwa yang kokoh dan berasal dari batu-batu kearifan yang diukir dan membentuk menjadi keindahan dari tiap pukulan palu.

Setelah jiwamu tumbuh, ruhmu akan mengangkasa sesaat dan merasuki wadah lain yang lebih paripurna.

Jombang, 12 Juli 2018 2:32