Puisi Pilihan

Prajurit Penunggu

17 Mei 2018   09:03 Diperbarui: 17 Mei 2018   09:06 238 1 1
Prajurit Penunggu
ilustrasi: fineartamerica.com

Engkau melesatkan surat cinta
dengan peluru baja tajam
pada tengkorak kepalaku terdalam
dan aku lihat wajah kamu
berpendarkan senyum pelangi suci

Kawan perang aku menghampiri
dan berkata agar diri jangan pergi
sedang aku menyeruNya datang kemari
untuk memeluk ruhku yang membeku
agar hangat menjalar liar pada aku

Tuhan, bila memang darahku
telah terkikis habis dari raga
kuingin meminum curah cintaMu
biar dahaga bertemu kelegaan
dan benar ingin aku

Untuk menerbangkan surat kepada
istriku di rumah yang lelah menunggu
hamba ingin berujar padanya agar
tiadalah perlu merindu padaku
karena aku telah mengetuk pintu akhir

O kekasihku yang masih
terbelenggu di tubuh yang akan rapuh
pasti akan bertemu pandang denganku
bila engkau telah terbebas
dari rantai waktu kehidupan