Mohon tunggu...
Benny Rhamdani
Benny Rhamdani Mohon Tunggu... Novelis - Kreator Konten

Menulislah hal yang bermanfaat sebanyak mungkin, sebelum seseorang menuliskan namamu di nisan kuburmu. | Subscribe YouTube @bennyinfo

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Namanya Juga Anak-Anak

10 Juni 2022   09:49 Diperbarui: 10 Juni 2022   09:51 293
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ajarkan etika pada balita dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. (Foto: Benny Rhamdani)

Saat membuka media sosial, saya  beberapa kali melihat video tentang anak-anak yang dianggap kelewat batas melanggar etika di tempat umum. Entah itu melompat-lompat di kursi kereta, menangis di bioskop, tantrum di super market, maupun mendorong anak lainnya di taman bermain.

Sesungguhnya video jenis ini tidak begitu nyaman untuk ditonton. Setelah dijadikan konten, biasanya anak-anak itu akan jadi obyek umpatan warganet. Padahal, belum tentu kegaduhan itu sepenuhnya salah sang anak.

Kendati demikian, saya tidak setuju jika anak-anak dibiarkan begitu saja bertingkah di tempat umum hingga mengganggu ketertiban. Apalagi jika sampai orang tua dari anak tersebut tak peduli urusan orang lain dan berprinsip," Namanya juga anak-anak."

Biar bagaimana pun, orang tua harus memikul tanggung jawab atas perilaku anaknya. Orang tua harus bisa membekali anak mereka dengan pemahaman dasar etika di tempat umum.

Banyak cara untuk melatih anak-anak mematuhi aturan dasar di tempat umum. Kita bisa mencari materinya di Internet. Walaupun pada praktiknya, setiap anak memerlukan penanganan berbeda untuk memahami etika di tempat umum.

Dulu, ketika kecil saya diajari etika oleh orang tua saya cukup dengan pengetahuan lisan. Selebihnya saya tahu sendiri dari majalah dan buku anak-anak. Lain halnya dengan anak saya. Kami harus membuat simulasi dulu untuk melatih apa yang boleh dan tidak saat masuk ke bioskop, ke mall atau bahkan sekadar bertamu.

Apapun caranya, yang perlu disadari orang tua adalah pendidikan etika kepada anak adalah penting dan memiliki kesabaran yang cukup.

 "Ajarkan etika pada balita dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Orang tua juga harus memiliki kesabaran ekstra ketika mengajarkan etika pada anak, karena waktu yang dibutuhkan juga tidak sebentar," ujar David Lowry, Ph.D. psikolog klinis yang fokus pada pendidikan di New York, Amerika Serikat.

Buku ini saya tulis untuk membantu anak-anak tahu tentang etika dasar di supermarket. (Foto. Dokumentasi Benny Rhamdani)
Buku ini saya tulis untuk membantu anak-anak tahu tentang etika dasar di supermarket. (Foto. Dokumentasi Benny Rhamdani)

Karena kini banyak orang tua yang sama-sama sibuk bekerja, tak heran jika pendidikan etika sejak dini  jadi terabaikan. Padahal saat anak dianggap tidak mengenal sopan santu, orang pertama akan berkomentar," Anaknya siapa sih? Orangtuanya nggak ngajarin apa ya?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun