Mohon tunggu...
Benito Rio Avianto
Benito Rio Avianto Mohon Tunggu... Dosen - Ekonom, Statistisi, Pengamat ASEAN, Alumni STIS dan UGM
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Blogger, Conten Creator, You Tuber. Stay di Jakarta, tertarik dengan isu Ekonomi ASEAN dan perekonomian global. Aktif menulis di beberapa media. Menyukai pergaulan dan komunitas internasional. Berharap sumbangan pemikiran untuk kemaslahatan bangsa. Bersama Indonesia ASEAN kuat, bersama ASEAN Indonesia maju. https://www.youtube.com/watch?v=Y95_YN2Sysc

Selanjutnya

Tutup

Indonesia Hi-Tech Pilihan

Implementasi IoT di Indonesia, Termasuk di Sektor Kelapa Sawit

8 Agustus 2022   15:53 Diperbarui: 8 Agustus 2022   15:58 103 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Indonesia Hi-Tech. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Peluang Pengembangan Implementasi Internet of Things (IoT) di Indonesia, termasuk di Sektor Kelapa Sawit

Pasar Internet of Things (IoT) Indonesia diperkirakan akan mencapai US$30 miliar pada tahun 2022. Dampak sektor ini akan terasa  signifikan untuk mengurangi biaya perawatan kesehatan, meningkatkan produktivitas industri (termasuk industri kelapa sawit), dan mengurangi biaya operasional untuk bisnis. 

Potensi nyata IoT adalah penerapan teknologi pada sektor-sektor yang berkontribusi 50 persen terhadap perekonomian Indonesia, seperti sektor manufaktur, pertanian, dan sumber daya alam.

Teknologi IoT perlahan diimplementasikan di lebih banyak sub-sektor dalam lanskap manufaktur Indonesia, tentunya juga industri CPO dan KCPO, mengubah rantai pasokan linier tradisional menjadi sistem digital yang saling terhubung yang meningkatkan efisiensi. 

Pemerintah bertujuan mengubah kemampuan manufaktur negara ke produk yang lebih bernilai tinggi dan kompleks dengan IoT sebagai inti dari transformasi ini. Ini akan menjadi vital jika Indonesia ingin mendorong dirinya menjadi 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2030.

Menurut laporan General Electric (GE), sektor manufaktur Indonesia itu sendiri berkinerja 30 hingga 35 persen dengan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap PDB dari 20 persen. menjadi 25 persen pada tahun 2025. kesehatan jarak jauh Integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke dalam perawatan kesehatan juga akan mempercepat reformasi sektor ini.

Aplikasi managemen pengelolaan kelapa sawit (on-progress/planning) dapat memantau efektifitas penyaluran dana peremajaan (replanting) yang memerlukan waktu 4-5 tahun sampai sawit dapat berbuah.  Aplikasi ini akan mendorong petani menerapkan skedul penanaman yang telah diinstrukan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).  

IoT pada sawit ini akan berbasis aplikasi sehingga mendorong petani menerapkan disiplin penanaman yang baik dan benar (Good Manufacturing Agriculture).

Aplikasi perawatan kesehatan melihat peningkatan besar dalam pengguna aktif selama pandemi dan dapat mengubah cara rumah sakit dan dokter mengumpulkan, menyimpan, dan berbagi data pasien. Aplikasi perawatan kesehatan yang berbasis di Indonesia, Alodokter, mencatat lebih dari 30 juta aktif pada puncak pandemi di negara ini (satu setengah kali lebih tinggi dari lalu lintas pra-COVID-19). 

Aplikasi semacam itu telah membantu mengurangi beban klinik dan rumah sakit dan menjadi semakin penting di negara di mana hanya ada 0,4 dokter per 1.000 penduduk dan 300.000 tempat tidur rumah sakit.

Pendidikan daring Merebaknya COVID-19 mempercepat adopsi teknologi pendidikan (edtech) di sektor pendidikan Indonesia. Lebih dari 530.000 sekolah terpaksa ditutup, berdampak pada lebih dari 68 juta siswa dari tingkat pra-sekolah dasar hingga perguruan tinggi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Indonesia Hi-Tech Selengkapnya
Lihat Indonesia Hi-Tech Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan