Mohon tunggu...
Swarna Hati
Swarna Hati Mohon Tunggu... penulis ambyar

Hm hm hm

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Kemarin

18 Januari 2020   08:30 Diperbarui: 18 Januari 2020   08:30 24 12 1 Mohon Tunggu...
Puisi | Kemarin
https://www.shutterstock.com/

Mengulang kembali sebuah luka
Melukis kata kata  dengan terbata
Menginjak kenangan pada tiap masa,  hingga pedih mengelupas dari kulit arinya

Tak perlu lagi ada cawan kerinduan, ataupun senampan canda tawa.  Semua hanya tipuan mata,  yang akan menjadi gunjingan dan kelakar di atas gelaran tikar duka. 

Pada waktu kuceritakan, kemarin kuselipkan kamboja di telingaku, kubiarkan disana sebagai sebuah tanda.  Yang lalu takkan kubawa melaju. 

Teras kata,  18.01.2020

swarna hati

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x