Mohon tunggu...
Beni Guntarman
Beni Guntarman Mohon Tunggu... Swasta -

Sekedar belajar membuka mata, hati, dan pikiran tentang apa yang terjadi di sekitar.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pembunuhan Mirna, Terencana dan Pelakunya Tunggal?

30 Januari 2016   22:37 Diperbarui: 31 Januari 2016   09:06 2449
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jessica Kumala Wonso akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat 29 Januari 2016 pukul 23.00WIB, kemudian diamankan oleh Subdit Jatanras Polda Metro Jaya dari Hotel Neo pada Sabtu 30 Januari 2016 pukul 07.45 WIB dan dibawa ke Polda Metro Jaya. “Jessica baru saja ditangkap di Hotel Neo Magga Dua Square pada pukul 07.45 WIB,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti.

Kasus pembunuhan Mirna dikatakan sebagai pembunuhan berencana. Sejauh ini motifnya belum diketahui, dan siapa saja yang terlibat dalam rencana pembunuhan ini juga masih belum diketahui. Berikut ini poin-poin kronologis sebelum Jessica ditetapkan sebagai tersangka:

1) Pertemuan Mirna, Jessica, dan Hani dikatakan sesuatu yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya. Maksudnya sebagai pertemuan ajang kangen-kangenan dengan sahabat yang lama tidak bertemu. Sebelum bertemu di Kafe Oliver, Grand Indonesia,  pada 6 januari 2016, Mirna dan Jessica sempat bertemu sekali di suatu tempat. Saat itu hanya ada Mirna bersama suaminya dan Jessica .

2) Akhirnya Mirna, Jessica, dan Hanni sepakat bertemu di kafe Oliver pada 6 Januari 2016, sore hari seusai jam kerja.  Jessica datang lebih awal ke tempat itu. Pertama datang hanya untuk memesan tempat, dan dua jam kemudia Jessica datang lagi. Ternyata tempat yang dipesan itu meja nomor 54. Siapa yang menentukan pilihan nomor meja itu? Apakah pilihan letak dan nomor meja sebagai bagian dari rencana pembunuhan yang telah disusun?   

3) Mirna dan Hani datang, setelah mengobrol beberapa menit lalu Mirna meminum es kopi vietnam yang telah tersedia, yang sebelumnya telah dipesankan oleh Jessica. Ketika menyeruput kopi tersebut Mirna ada berkata sesuatu. “It’s awful, it’s so bad,”kata Hani mengulangi ucapan Mirna usai menenggak kopinya.

4) Beberapa menit kemudian Mirna mengalami fase proses keracunan dan akhirnya meninggal dunia sekitar satu jam kemudian. Fakta bahwa ada natrium sianida konsentrasi tinggi di dalam lambung Mirna. Sampel kopi yang diminum Mirna menunjukkan ada natrium sianida dalam dosis yang sama. Berdasarkan fakta ini Mirna dikatakan meninggal karena keracunan(diracun) natrium sianida.

5) Bagaimana natrium sianida itu bisa masuk ke dalam es kopi Vietnam yang diminum Mirna? Ada tiga titik rentang waktu untuk memastikan kapan saat masuknya natrium sianida ke dalam kopi yang diminum Mirna. Pertama, pada saat pembuatan kopi (dapur). Kedua, pada saat kopi dibawa dari dapur ke meja nomor 54. Ketiga, pada jeda waktu sekitar 15-20 menit sebelum Hani dan Mirna datang dan saat kopi telah berada di atas meja, dimana saat itu hanya ada Jessica di tempat.

6) Hasil pra rekonstruksi yang digelar oleh tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sepertinya menyimpulkan bahwa natrium sianida tersebut masuk ke dalam es kopi Vietnam yang diminum Mirna pada jeda waktu sekitar 15-20 menit sebelum Hani dan Mirna tiba di lokasi.

7) Atas dasar poin 6 di atas dan mungkin didukung dengan bukti-bukti yang sebelumnya ditemukan di rumah Jessica plus dugaan perbuatan menghilangkan bahan bukti berupa celana yang dikenakan Jessica saat di kafe Oliver maka Jessica dikenakan status sebagai tersangka pelaku yang memasukkan racun sianida ke dalam es kopi Vietnam yang menyebabkan kematian Mirna.

8) Sebelum menetapkan Jessica sebagai tersangka, Tim Reskrim Polda Metro Jaya mendapatkan masukan dari banyak ahli dan berkordinasi dengan tim Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

9)Tidak ada bukti telak baik itu berupa rekaman CCTV maupun kesaksian sesorang yang melihat Jessica memasukkan racun natrium sianida ke dalam es kopi Vietnam yang diminum dan menyebabkan kematian Mirna.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun