Benediktus Jonas
Benediktus Jonas Mahasiswa Filsafat STFT Widya Sasana, Malang

Ketika aku merasa mengetahui banyak hal, saat itu juga aku merasa bodoh karena masih banyak hal lain yang belum aku ketahui dan aku dituntut untuk terus belajar....

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Berwisata ke Pantai Sendang Biru Malang Selatan

28 Juni 2018   22:38 Diperbarui: 28 Juni 2018   22:45 477 3 1
Berwisata ke Pantai Sendang Biru Malang Selatan
Dokumentasi pribadi

          Pantai sering menjadi pilihan berwisata saat liburan tiba. Di pantai kita bisa bergerak lebih bebas dan melepaskan segala kepenatan karena beragam pekerjaan. Berenang, memancing, berlarian di atas pasir, memanggang ikan segar, merasakan asinnya air laut, hingga bertemu turis dari berbagai belahan dunia merupakan serangkaian aktivitas yang bisa kita lakukan dan alami di pantai. 

Pantai juga sering menjadi tempat  paling asyik merayakan kebersamaan dengan teman-teman dan keluarga. Dan, keindahan pesisir pantai menjadi tempat menggali inspirasi dan merenungkan kebesaran Sang Pencipta.

Mengisi waktu liburan akhir semester tahun ini, aku dan beberapa saudaraku berwisata ke pantai. Pantai Sendang Biru yang terletak di daerah Malang Selatan menjadi pilihan kami berwisata. Alasannya tak lain karena rasa penasaran. Kami tak pernah berkunjung ke tempat itu sebelumnya. Maka pada Senin 25 Juni 2018 adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh warga Ponsa.

Tepat pukul 08.00 WIB, dua panter hitam meninggalkan Joyogrand Malang. Pertualangan dimulai. Namun, ada sedikit kekhawatiran dalam diri karena cuaca yang tidak bersahabat. Mendung yang menyelimuti kota Malang dan sekitarnya, membuat kami sedikit pesimis, apakah kami bisa menikmati kebersamaan di pantai.

Ketika meninggalkan Kota Malang, hujan rintik-rintik membasahi jalan yang kami lewati. Namun, terdengar satu orang mengatakan, "Kita yakin aja, di pantai nanti pasti cerah." Perjalanan pun terus dilanjutkan. Cukup melelahkan memang, karena kami menghabiskan waktu  2 jam 30 menit untuk sampai di pantai.

Dan sekitar belasan kilometer dari pantai, jalannya berkelok-kelok dan akan melewati bukit-bukit terjal dan turunan yang curam. Namun, tak usah cemas dan takut. Akses jalan menuju ke sana cukup baik. Hanya perlu kehati-hatian dan yang tidak kalah pentingnya ialah doa. Dan kita pun akan disuguhkan dengan panorama alam yang indah membuat mata tak jemu-jemunya memandang. Melewati hamparan hutan lebat, sawah yang luas dan perkebunan tebuh yang indah, membuat kita tidak pernah menyesal untuk berwisata ke Pantai Sendang Biru.

            Kami cukup beruntung karena terjadi sesuatu yang di luar dugaan kami. Ketika tiba di pantai sekitar pukul 10.30 WIB, cuaca di pantai dan sekitarnya tampak sangat cerah. Orang-orang mulai berdatangan dari berbagai penjuru menambah keramaian  pantai itu.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Namun aku sedikit kaget. Setelah berjalan-jalan tidak kutemukan orang yang berenang. Hanya ada banyak kapal dan perahu yang parkir di pinggir pantai. Selain itu bebatuan besar yang tersusun di pinggir pantai tidak memungkinkan untuk berenang.  Namun ternyata bukan di situ tempat yang hendak kami tuju. Kami harus menyeberang untuk sampai di pantai itu.

Wow, ini adalah pengalaman yang paling mengasyikan. Setelah semuanya siap, kami langsung naik di motor laut dan menyeberang. Momen itu adalah momen yang kami nanti-nanti. Berada di laut adalah kesempatan untuk berpose. Semua mengatur strategi untuk mendapat pose terbaik. Kami semua sangat bergembira dan menikmati kebersamaan kami.

Setelah menyeberang sekitar 10 menit, tibalah kami di pantai yang hendak kami kunjungi. Di sana tidak ada rumah. Hanya hamparan pasir putih dan batu karang yang kokoh. Kami semua sungguh terpukau dengan pantainya yang bersih dengan air yang tenang. Satu persatu mulai berenang dan semua amat bergembira. Tidak kalah seru, musik dan lagu-lagu Ja'i yang diputar, membawa kebahagiaan tersendiri bagi kami.

Sekali lagi, Pantai Sendang Biru adalah pantai yang indah. Ombaknya tidak sederas di Pantai Jolosutro atau Balekambang. Di sana kita bisa berenang bebas. Mata kita juga dimanjakan dengan alam yang indah berupa hamparan hutan dengan pohon kayunya yang sangat besar. Dan jika kalian tidak pernah melihat monyet, di sana kalian bisa melihatnya. Monyet berada sangat dekat dengan kita dan berkeliaran di pantai. Namun kita harus berhati-hati. Ternyata, monyet-monyetnya suka mencuri terutama makanan atau pakaian kita.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

 Ada hal menarik yang bisa dilakukan di sana. Bagi yang suka memancing, di pantai Sendang Biru, kita bisa memancing dengan bebas. Ikannya besar-besar. Tidak hanya di Pantai Sendang Biru. Kami juga mengunjungi pantai lain dan berpose di sana. Kemipun akhirnya kembali ke malang pada pukul 17.00. karena mecet, kami akhirnya tiba pukul 20.00 di Malang.

Jika kalian ingin berwisata ke pantai, saya menyarankan anda mengunjungi pantai Sendang Biru. Panorama alam yang indah akan membuat anda tidak pernah bosan untuk mengunjunginya lagi-lagi dan lagi. Di sana juga kita bisa merenungkan kebesaran Sang Pencipta yang menciptakan alam yang sungguh indah. Ketika memandangnya kita hanya mampu berkata, sungguh indah semua ini disediakan Tuhan bagi kita manusia. Kita mesti bersyukur untuk segala yang kita miliki di dunia ini.