Mohon tunggu...
Benedikta AveMartevalenia
Benedikta AveMartevalenia Mohon Tunggu... Mahasiswa - 00's

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Atma Jaya Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Film

Mengenal Genre Komedi dalam Film "Orang Kaya Baru" (2019)

20 September 2021   14:38 Diperbarui: 20 September 2021   14:53 400
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Joko Anwar adalah seorang penulis skenario, produser, dan sutradara asal Indonesia yang sudah menciptakan banyak film populer dan digemari penontonnya. Film-film ciptaannya selalu membuat penonton terhibur dan terselip makna tersendiri. Salah satunya adalah film Orang Kaya Baru yang rilis tahun 2019 lalu. Film ini dikemas dalam komedi yang cerdas, kehidupan sederhana yang menghibur, dan cerita yang matang. Film menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga biasa yang mendadak menjadi kaya raya.

Berawal dari Duta yang menyenangi teater. Tika yang kuliah di jurusan arsitektur, Dodi yang masih SD dan berbadan gemuk, Ibu yang memasak kue untuk dijual dan menjemput Dodi dengan motor lamanya, serta Bapak yang bekerja di bengkel, namun keluarganya tidak pernah tahu dimana letaknya. Kekurangan sering dialami oleh keluarga mereka, sesekali mereka ingin makan enak sehingga mereka terpaksa harus datang ke acara pernikahan seseorang yang tidak mereka kenal. Pernah satu kali mereka ketahuan, dan uang yang mereka bawa pun menjadi bahan ledekan.

Tika dengan segala problematikanya, hidup prihatin ditunjukkan Dodi dengan sepatu yang alasnya copot, dan Duta yang tak bisa mewujudkan mimpi jadi sutradara teater karena ketidak mampuan faktor ekonomi untuk mewujudkannya. Tak jarang Tika dan dua saudaranya ingin merasakan hidup menjadi orang kaya agar tidak dipandang remeh, ia pun mengutarakan kepada keluarganya. Namun, Bapak menjawab dengan bijak "Uang sedikit cukup, uang banyak tidak cukup". Bapak bahkan membanggakan kondisi mereka yang seperti ini, termasuk ketika mereka makan bersama di satu meja.

Seketika, semua berubah, ketika Bapak meninggal mendadak. Ternyata Bapak meninggalkan warisan tak terduga, sehingga membuat mereka menjadi 'Orang Kaya Baru'. Uang yang melimpah membuat ibu dapat membeli banyak perhiasan, Dodi membeli sepatu mahal, Duta memberikan pelatihan dan menyewa gedung teater, dan Tika yang membelikan pacarnya sebuah motor mahal meskipun akhirnya ditolak. Hidup mereka sangat boros dan terus berhura-hura. 

Ibu juga sering membagikan uang dan membuat dirinya diundang ke berbagai acara TV. Kecenderungan orang kaya mendadak ini kadang nyeleneh. Seperti yang dikutip dalam buku World Cinema through Global Genres, by William V. Costanzo  (hal. 46) yaitu membandingkan budaya dan memahami bagaimana genre bekerja.  Joko Anwar menyajikan film bergenre komedi ini sangat relevan dengan budaya sosial Indonesia yang kadang terlihat nyeleneh. Orang yang tidak begitu terlihat berbakat yang diundang berbagai acara TV.

Namun, uang warisan hanya membuat mereka hidup bahagia dalam sekejap. Satu persatu persoalan mulai muncul. Hidup mereka tidak lagi sama ketika uang membuat mereka buta. Setelah beberapa waktu harta peninggalan bapak mulai habis, mereka pun menyadari jika kehidupan mereka sangat boros. Pada akhirnya mereka sadar kehidupan yang dulu cukup baik untuk mereka. Mereka pun belajar dari pengalaman untuk lebih bijak dalam penggunaan uang. Joko Anwar memberikan pesan yang mendalam untuk menghargai apa yang dimiliki.

Kompleksitas dalam cerita ini dikemas dalam satu paket lengkap yang menghibur dan menyentuh hati. Dalam kutipan buku World Cinema through Global Genres, by William V Costanzo (hal. 16) yaitu membuatnya lebih mudah untuk melacak jaringan intertekstualitas yang kompleks di mana film dan pembuat film saling memengaruhi.  Kutipan tersebut sejalan dengan sosok Joko Anwar yang terlihat padu dengan setiap film yang dibuatnya . Muatan pesan sekaligus sindiran dihadirkan dalam setiap karakter. Selain muatan keluarga, persahabatan dan cinta pun disajikan dalam film ini.

Daftar Pustaka

Balsey, K. (2015). Understanding Genre in a Globalized World : World Cinema through Global Genres,

by William V.Costanzo. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun